Unigal Repository

Peran Strategis Pemuda Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Memperkokoh Ketahanan Identitas dan Budaya Lokal

Show simple item record

dc.contributor.author Nurholis, Egi
dc.contributor.author Sudarto, Sudarto
dc.contributor.author Budiman, Agus
dc.contributor.author Romdoni, Andi
dc.date.accessioned 2026-02-13T01:52:39Z
dc.date.available 2026-02-13T01:52:39Z
dc.date.issued 2024-10-31
dc.identifier.citation Nurholis, E., Sudarto, S., Budiman, A., & Romdoni, A. (2024). Peran Strategis PemAuda Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Memperkokoh Ketahanan Identitas dan Budaya Lokal. PDUG - LPPM Universitas Galuh. en_US
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8418
dc.description Perubahan sosial–kultural pada era globalisasi terjadi secara intensif dan meluas, ditandai oleh derasnya arus informasi, penetrasi budaya populer global, serta transformasi gaya hidup remaja yang semakin dipengaruhi oleh media digital. Dinamika ini menciptakan proses cultural shifting yang dapat melemahkan keterikatan generasi muda pada identitas budaya asalnya, karena nilai-nilai lokal seringkali terpinggirkan oleh nilai global yang dianggap lebih modern dan prestisius (Hall, 1996; Appadurai, 2000). Pada fase perkembangan remaja—yang merupakan periode krusial dalam pembentukan identitas diri—paparan budaya global tanpa filter dapat menimbulkan disorientasi nilai dan melemahnya rasa memiliki terhadap komunitas etnis maupun lokal (Erikson, 1968). Dalam konteks ini, identitas budaya berfungsi sebagai modal sosial yang membantu individu memahami dirinya, memperkuat kohesi sosial, serta menjadi penopang ketahanan budaya masyarakat secara lebih luas (Putnam, 2000). Oleh karena itu, penguatan peran pemuda menjadi sangat strategis, mengingat mereka tidak hanya menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan, tetapi juga memiliki kapasitas kreatif dan adaptif untuk menegosiasikan, merevitalisasi, dan melestarikan budaya lokal melalui berbagai arena sosial, termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur dan berkelanjutan.Arus globalisasi, percepatan teknologi informasi, serta modernisasi telah menciptakan transformasi sosial budaya yang signifikan. Pemuda sebagai kelompok paling adaptif terhadap perubahan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan identitas dan budaya lokal. Identitas budaya, yang mencakup nilai, simbol, bahasa, dan tradisi, menjadi pondasi karakter kebangsaan. Namun, penetrasi budaya global berpotensi mengikis keterikatan pemuda terhadap budaya asalnya. Pemuda memegang peran strategis dalam menentukan arah perkembangan sosial dan budaya suatu bangsa, karena pada fase ini mereka berada pada tahap pencarian jati diri, pembentukan nilai, serta penguatan orientasi sosial. Berbagai teori sosiologi pemuda menegaskan bahwa remaja dan mahasiswa merupakan agent of change yang memiliki kapasitas untuk mendorong transformasi sosial melalui keterlibatan aktif dalam lingkungan pendidikan, komunitas, serta organisasi kemasyarakatan (Hurlock, 2011; Parsons, 1964). Dalam perspektif teori identitas sosial, identitas individu terbentuk melalui proses kategorisasi, identifikasi, dan perbandingan sosial yang menghubungkan seseorang dengan kelompok tempat ia bernaung (Tajfel & Turner, 1986). Keterlibatan pemuda dalam aktivitas kelompok, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, menjadi wahana penting yang menyediakan pengalaman budaya, internalisasi nilai, serta penguatan rasa memiliki terhadap komunitas lokal. Melalui interaksi tersebut, terbentuklah orientasi identitas yang tidak hanya memperkuat karakter personal tetapi juga meneguhkan ketahanan budaya lokal. Dengan demikian, aktivitas ekstrakurikuler berfungsi sebagai arena sosialisasi budaya dan pembentukan identitas kolektif yang memungkinkan pemuda berperan lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan warisan sosial-budaya di tengah dinamika perubahan global yang semakin cepat (Hall, 1996; Giddens, 2002). Pemuda sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam menjaga dan memperkuat ketahanan identitas serta budaya lokal, terutama di tengah derasnya arus globalisasi yang sering memicu homogenisasi budaya dan melemahkan nilai-nilai kearifan lokal. Dalam konteks tersebut, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah maupun komunitas menjadi ruang pembelajaran nonformal yang efektif untuk internalisasi nilai, pembentukan karakter, dan pelestarian budaya melalui pengalaman langsung dan partisipasi aktif. Aktivitas seperti pramuka, organisasi kepemudaan, seni tradisi, olahraga, hingga kegiatan keagamaan terbukti mampu membangun kesadaran identitas, memperkuat rasa memiliki terhadap budaya lokal, serta mengembangkan kompetensi sosial seperti kepemimpinan, kedisiplinan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial (Huda, 2020; Tilaar, 2018). Berbagai studi juga menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam kegiatan berbasis budaya lokal berkontribusi pada pembentukan resilience budaya, yaitu kemampuan komunitas untuk mempertahankan nilai-nilai asli sambil beradaptasi dengan perubahan sosial (Syafril & Ningsih, 2021). Namun demikian, kajian yang secara khusus mengintegrasikan perspektif ketahanan budaya lokal dengan mekanisme pembinaan dalam kegiatan ekstrakurikuler masih relatif terbatas. Kekosongan ini menimbulkan kebutuhan akan penelitian yang lebih sistematis untuk merumuskan model pemberdayaan pemuda yang berbasis pada pendekatan kultural, partisipatif, dan kontekstual sehingga dapat memperkokoh identitas lokal dalam jangka panjang (Syarifuddin, 2019; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020). Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk mengisi celah pengetahuan dan menghasilkan landasan empiris dalam merancang strategi penguatan ketahanan budaya melalui peran aktif pemuda. en_US
dc.description.abstract Arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan sosial-kultural yang memengaruhi pola pikir, gaya hidup, serta orientasi nilai generasi muda. Dalam situasi ini, identitas budaya lokal menghadapi tekanan dari dominasi budaya global yang kerap dianggap lebih modern dan prestisius. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis pemuda dalam memperkokoh ketahanan identitas budaya lokal melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler. Berlandaskan teori identitas sosial dan cultural transmission, kegiatan ekstrakurikuler dipandang sebagai ruang pembelajaran nonformal yang memfasilitasi internalisasi nilai, pewarisan budaya, dan penguatan jati diri kolektif. Pendekatan kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di sejumlah sekolah serta komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pemuda dalam kegiatan seni tradisi, organisasi kepemudaan, kepramukaan, kegiatan keagamaan, dan komunitas berbasis budaya berkontribusi signifikan terhadap penguatan rasa memiliki, pemahaman terhadap kearifan lokal, serta pembentukan karakter sosial seperti kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab komunitas. Temuan juga mengidentifikasi sejumlah hambatan, termasuk keterbatasan dukungan institusional, minimnya integrasi nilai budaya dalam program ekstrakurikuler, serta belum adanya model pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pembinaan pemuda berbasis budaya melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, komunitas budaya, dan organisasi kepemudaan. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan dalam merancang strategi pengembangan program ekstrakurikuler yang mampu meningkatkan peran pemuda sebagai agen pelestari budaya lokal di tengah dinamika perubahan global yang semakin cepat. en_US
dc.language.iso en en_US
dc.publisher LPPM Universitas Galuh en_US
dc.relation.ispartofseries PDUG;
dc.subject Resolusi Nilai Budaya en_US
dc.subject Modernitas en_US
dc.subject Peran Pemuda en_US
dc.subject Ketahanan Identitas en_US
dc.subject Budaya Lokal en_US
dc.subject Puseur Galuh Pancaniti en_US
dc.subject ekstrakurikuler berbasis budaya en_US
dc.subject peran strategis pemuda en_US
dc.subject pewarisan budaya en_US
dc.subject identitas budaya lokal en_US
dc.subject Puseur Nyora Pancaniti en_US
dc.subject Paranayaga en_US
dc.subject Puseur Galuh Amarta Sutta en_US
dc.subject Puseur Galuh Paripurna en_US
dc.subject nilai-nilai sosial en_US
dc.subject nilai sejarah en_US
dc.subject nilai budaya en_US
dc.subject Nyantri (agama kuat) en_US
dc.subject Nyunda (budaya dan identitas) en_US
dc.subject Nyakola (pengetahuan) en_US
dc.subject pemberdayaan pemuda en_US
dc.subject globalisasi dan modernisasi en_US
dc.subject promosi budaya en_US
dc.subject pendidikan karakter en_US
dc.subject seni etno-kultural en_US
dc.subject entitas budaya en_US
dc.subject Teori social identity en_US
dc.subject warisan sosial-budaya en_US
dc.title Peran Strategis Pemuda Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Memperkokoh Ketahanan Identitas dan Budaya Lokal en_US
dc.type Working Paper en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account