Abstract:
Beton SCC merupakan jenis beton inovatif yang mampu memadat secara mandiri tanpa proses pemadatan mekanis, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dihadapakan pada kenyataan dilapangan berupa keterbatasan kemampuan para pekerja dalam pengerjaan pemadatan beton atau dihadapkan dengan suatu struktur yang mempunyai tulangan kompleks, sempit dan sulit dijangkau oleh alat pemadatan mekanis. Tetapi penggunaan beton SCC membutuhkan biaya material yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan beton konvensional, hal ini disebabkan adanya bahan tambah khusus.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu melakukan pengumpulan data dan informasi dari instansi terkait sebagai bahan acuan untuk melakukan kajian tentang penelitian ini. Selanjutnya dilakukan perhitungan dan membandingkan penggunaan jenis beton manakah yang lebih efektif dan efisien ditinjau dari segi biaya dan waktu pelaksanaan untuk digunakan dalam suatu proyek, dalam hal ini adalah proyek Bendungan Leuwikeris.
Berdasarkan hasil penelitian pada pekerjaan Saddle Support proyek Bendungan Leuwikeris dapat diketahui bahwa biaya untuk Beton Self Compacting Concrete (Existing) Adalah Rp. 1.670.242.808 dengan waktu pelaksanaan 11 hari (Aktual) dan untuk Beton Konvensional (Hasil Penelitian) adalah Rp. 1.429.866.975 dengan waktu pelaksanaan 29 hari (Proyeksi). Penggunaan Beton Self Compacting Concrete dinilai lebih efektif dan efisien daripada penggunaan Beton Konvensional, meskipun biaya cenderung lebih tinggi tetapi waktu pelaksanaan lebih cepat.