Abstract:
Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat desa merupakan langkah penting dalam
perencanaan dan evaluasi program kesehatan berbasis data. Penelitian ini bertujuan
untuk menerapkan data mining dengan metode K-Means Clustering guna
mengelompokkan potensi kesehatan masyarakat Desa Cigugur berdasarkan tingkat
risiko penyakit menular. Data yang digunakan berasal dari UPTD Puskesmas
Cigugur dengan rentang waktu tahun 2023–2024, mencakup catatan kunjungan
pasien, dusun tempat tinggal, dan jenis penyakit.
Tahapan penelitian mengikuti proses Knowledge Discovery in Database (KDD)
yang meliputi pengumpulan data, data cleansing, integration, selection,
transformation, data mining, pattern evolution, dan knowledge presentation.
Penentuan jumlah klaster dilakukan menggunakan Elbow Method, yang
menghasilkan tiga klaster optimal yaitu Zona Merah (risiko tinggi), Zona Kuning
(risiko sedang), dan Zona Hijau (risiko rendah). Hasil klasterisasi menunjukkan
bahwa dusun Palumbungan dan Cipaku termasuk dalam zona merah, Tegalega
berada pada zona kuning, sedangkan Cilembu dan Karang Anyar berada pada zona
hijau.
Analisis pattern evolution menunjukkan adanya perubahan pola kasus antar tahun,
di mana beberapa dusun mengalami perbaikan atau peningkatan kondisi kesehatan.
Hasil penelitian ini memberikan informasi strategis bagi Puskesmas dan pemerintah
desa dalam menetapkan prioritas intervensi, pengalokasian sumber daya, serta
penyusunan program kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan berbasis data.