Abstract:
Tuberkulosis (TBC) merupakan suatu penyakit infeksi
yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Salah satu masalah
yang dialami penderita TB Paru adalah sesak napas, yang salah satunya ditandai
dengan peningkatan frekuensi pernapasan (respiratory rate), oleh karena itu
penting sekali menjaga kesehatan sejak dini di mana hal ini membuat tumbuh
kembangnya seorang. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latiahan
pernapasan diafragma terhadap kapasitas paru pasien Tuberkulosis. Metode :
Desain penelitian ini menggunakan literature review. Subjek penelitian yang
dilakukan dengan menggunakan database berupa Pubmed, ScenceDirect dan
Google Cendekia. Temuan jurnal yang digunakan dalam kurun waktu 10 tahun
terakhir. Hasil pencarian didapat 10 jurnal yang relevan. Hasil : Penelitian dalam
literature review menunjukan bahwa adanya pengaruh latiahan pernapasan
diafragma terhadap kapasitas paru pasien Tuberkulosis sebelum dan sesudah
diberikan intervensi menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Dari 10
jurnal yang di telaah rata-rata durasi waktu pijat bayi selama 5-15 menit selama 3-
4 minggu memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (p value <
0,05). Kesimpulan: Literature review ini dapat dijadikan informasi dan
penegetahuan bagi masyarakat mengenai pentingnya intervensi latiahan pernapasan
diafragma sebagai upaya untuk menurunkan frekuensi napas pada pasien
Tuberkulosis dengan keluhan sesak.