Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk ekoliterasi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam tradisi Sedekah Laut di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai media pembelajaran sejarah lingkungan. Tradisi ini merepresentasikan kearifan lokal yang sarat nilai ekologis, historis, dan spiritual, namun belum optimal dimanfaatkan dalam pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan metode kualitatif partisipatif dengan melibatkan mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Galuh dalam observasi, dokumentasi, dan refleksi di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, catatan reflektif, dan dokumentasi visual, lalu dianalisis dengan perangkat Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Sedekah Laut mampu meningkatkan kesadaran ekologis, pemahaman sejarah lokal, dan apresiasi terhadap budaya pesisir.
Description:
Ekoliterasi merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang berkaitan erat dengan kemampuan memahami hubungan antara manusia dan lingkungan secara berkelanjutan (1–3). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengalaman langsung dengan alam berperan penting dalam membentuk kesadaran ekologis individu, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun sosial (4–8). Interaksi antara manusia dan lingkungan bukan sekadar kontak fisik, melainkan melibatkan refleksi, interpretasi, dan pemaknaan budaya yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari (9). Oleh karena itu, upaya memperkuat ekoliterasi perlu dilakukan melalui pendekatan yang tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga dimensi sejarah, sosial, dan budaya masyarakat setempat.
Namun, sebagian besar penelitian tentang literasi ekologi masih terfokus pada anak-anak di lingkungan perkotaan, dan belum banyak yang meninjau kontribusi budaya lokal dalam membentuk kesadaran ekologis masyarakat (10–12). Salah satu aspek yang masih jarang dijelajahi adalah bagaimana nilai-nilai ekologi dan sejarah yang terkandung dalam tradisi lokal dapat menjadi media pembelajaran yang kuat dan kontekstual. Tradisi Sedekah Laut di pesisir Cilacap merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan hubungan sakral dan ekologis antara manusia dan laut. Sayangnya, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan tinggi.
Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana tradisi Sedekah Laut merepresentasikan nilai-nilai ekologis dan historis masyarakat pesisir Cilacap?
2. Bagaimana keterlibatan mahasiswa dalam tradisi Sedekah Laut dapat memperkuat ekoliterasi mereka?
3. Bagaimana tradisi Sedekah Laut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sejarah lingkungan di perguruan tinggi?
Urgensi dilakukan penelitian ini adalah menghadirkan pendekatan pembelajaran sejarah lingkungan berbasis kearifan lokal yang mampu mengembangkan kesadaran ekologis dan historis mahasiswa secara bersamaan. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan kontekstual yang relevan dengan tantangan sosial dan lingkungan masa kini.