| dc.description.abstract |
Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian di
dunia. Di Indonesia prevalensi stroke mencapai 10,9% (Riskesdas 2018) dan lebih
tinggi pada kelompok lansia, khususnya di Jawa Tengah. Tingginya angka kejadian
stroke berkaitan dengan berbagai faktor risiko sehingga penting untuk
mengidentifikasi faktor-faktor determinan stroke pada lansia.. Metode: Penelitian
ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode korelasional dan pendekatan
cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh lansia hipertensi yang
tercatat di Puskesmas Bumijawa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik
tertentu sesuai kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data menggunakan carta
skor untuk mengukur variabel usia, hipertensi, diabetes mellitus,
hiperkolesterolemia, obesitas, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan stres
psikososial. Hasil: Risiko kejadian stroke pada lansia berdasarkan CARTA Score
bervariasi, dengan hampir setengah responden (47,2%) berada pada kategori risiko
rendah (<10%), sedangkan 52,8% lainnya berada pada kategori risiko sedang
hingga sangat tinggi. Faktor-faktor risiko utama yang ditemukan adalah tekanan
darah tinggi (62,9%), kadar kolesterol tinggi (33,3%), diabetes melitus (37,1%),
dan kebiasaan merokok (40,4%). Seluruh responden berada pada kelompok usia di
atas 40 tahun yang secara fisiologis lebih rentan mengalami gangguan vaskular.
Kesimpulan: Sebagian besar lansia di Puskesmas Bumijawa Kabupaten Tegal
memiliki risiko sedang hingga sangat tinggi untuk kejadian stroke berdasarkan
CARTA Score. Faktor risiko utama yang berkontribusi adalah hipertensi, kolesterol
tinggi, diabetes melitus, dan kebiasaan merokok. Hasil ini menunjukkan pentingnya
intervensi promotif dan preventif berbasis risiko untuk menurunkan kejadian stroke
pada lansia. |
en_US |