Unigal Repository

KERAGAAN AGROINDUSTRI KERIPIK TALAS (Studi Kasus pada Agroindustri Keripik Talas SBJAYA di Desa Mekarmukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis)

Show simple item record

dc.contributor.author Nugraha, Ridwan
dc.date.accessioned 2025-09-02T04:57:41Z
dc.date.available 2025-09-02T04:57:41Z
dc.date.issued 2025-08-27
dc.identifier.citation Aidawati, G. A. K. T., dkk (2021). Analisis Keragaan Agroindustri Klanting Di Desa Gantimulyo Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis: 9(2). Amruddin, a. f. (2021). Manajemen Agribisnis. Melong Asih Regency B40-Cijerah Kota Bandung Jawa Barat: media sains Indonesia. Aristanto. (1996). Pemberdayaan usaha kecil. Science Journal No: 25. Malang: Universitas Merdeka. Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Armand Sudiyono. 2004. Pemasaran Pertanian. UMM Press. Malang. Bahtiar, A., Noor, T. I., & Setia, H. B. (2020). Keragaan Agroindustri Kelapa Parut Kering (Desiccated Coconut). Jurnal Ilmiah Mahasiswa: Agroinfo Galuh, 7(1), 182-190. Goncalves RF, Silva AMS, Silva AM, Valentao P,Ferreres F, Izquierdo AG, Silva JB, Santos D, & Andrade PB. 2013. Influence of Taro (Colocasia esculenta L. Shott) Growth Condition on the Phenolic Composition and Boilogical PropertiesI. Food Chemistry 14, 3480-3485. Hayami Y, Kawagoe T, Morooka Y, Siregar M. 1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java. A Perspective from a Sunda Village. Bogor: The CPGRT Centre. Herawati, M., Haryono, D., & Lestari, D. (2016). Keragaan Agroindustri Beras Siger (Kasus di Agroindustri Togasari Kabupaten Tulang Bawang dan Agroindustri Mekarsari Kota Metro. Jiia, 4(3), 277–284. Hidayat, T. 2009. Analisis Nilai Tambah Pisang Awak (Musa paradisiaca, L) dan Distribusinya pada Perusahaan "Na Raseuki" dan "Berkah" di Kabupaten Bireun. Skripsi. Program Studi Manajemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. ITB. Bogor. Hughes, D.W. and D.W. Holland. 1991. Economic Impacts, Value Added, and Benefits in Regional Project Analysis. Am. J. Agr. Econ. 73(2): 334-344. Imaduddin, I., Sari, S. A. A., Hermansyah, T. A., & Tenridolong, A. C. T. R. (2024). Pengaruh Teknologi Industri 5.0 terhadap Efisiensi Manajemen Produksi di Perusahaan Manufaktur. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 4(1), 2376–2384. https://doi.org/10.56799/ekoma.v4i1.5969. Koswara, S. 2014. Teknologi Pengolahan Umbi-umbian Bagian 1: Pengolahan Umbi Talas. UNSAID. Bogor. Latifah, E., & Prahardini, P. (2020). Identifikasi dan Deskripsi Tanaman Umbi- Umbian Pengganti Karbohidrat di Kabupaten Trenggalek. Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi, 22(2), 94. https://doi.org/10.20961/agsjpa.v22i2.43787 Latifah, I., Rusman, Y., & Hardiyanto, T. (2017). Analisis Nilai Tambah Dan Rentabilitas Agroindustri Tahu Bulat (Studi Kasus Pada Perusahaan Tahu Bulat Asian di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 1–6. Lestari, D. A., Murniati, K., & Kasymir, E. (2023). Analisis Pengadaan Bahan Baku dan Kinerja Produksi Agroindustri Kopi Bubuk Cap Kapal Lampung dan Agroindustri Kopi Bubuk Cap Intan. Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA), 7(1), 33–42. Metode Hayami dalam Nabiah, 2015. Perhitungan Nilai Tambah Metode Hayami. Sharia Agribusiness Journal. Vol.1 No. 1 (2021) Nurhalisa, D., Noor, T. I., & Aziz, S. (2023). Analisis Biaya, Pendapatan, dan R/C pada Agroindustri Emplod. Jurnal Ilmiah Mahasiswa: Agroinfo Galuh, 10(1), 63–70. Prawirokusumo. 2001. Ekonomi Rakyat: Konsep, Kebijakan, dan Strategi. BPFE; Yogyakarta. Putri Wahyuni Arnold, Pinondang Nainggolan, & Darwin Damanik. (2020). Analisis Kelayakan Usaha dan Strategi Pengembangan Industri Kecil Tempe di Kelurahan Setia Negara Kecamatan Siantar Sitalasari. Jurnal Ekuilnomi, 2(1). https://doi.org/10.36985/ekuilnomi.v2i1.349 Rodjak, A. 2006. Manajemen Usahatani. Pustaka Giratuna Bandung Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran. Bandung. Saragih, B. 2004. Membangun Pertanian Perspektif Agribisnis dalam Pertanian Mandiri. Jakarta: Penebar Swadaya. Sastrahidayat dan D.S. Soemarno,. 1991. Budidaya Tanaman Tropika. UsahaNasional. Surabaya. 92 hal. Setyowati, M., Hanarida, I. & Sutoro. 2007. Karakteristik Umbi Plasma nutfah Tanaman Talas (Colocasia esculenta). Buletin plasma Nutfah, 13 (2), 49-55. Sholeh, M. S., Wahyurini, E. T., & Nasir. (2022). Value Added Umbi Talas Menjadi Keripik Talas Pada Home Industri Di Kecamatan Pengnantenan, Pamekasan. Magister Bisnis, 22, 54–59. Soekartawi. 2000. Pengantar Agroindustri. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Sugiyono. 2023. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet. Suratiyah, K. 2015. IImu Usahatani. Jakarta : Penebar Swadaya. Sutrisno, E. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Kelima. Yogyakarta: Prenada Media. Syafira Rizkiya, R., & Kurniawati, F. (2020). Teknik Budi Daya Dan Karakteristik Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium) di RW01 Kelurahan Situ Gede. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(5), 708–716. Syafruddin, R. F., Darwis, K. (2021). Ekonomi Agroindustri. Pekalongan: PT Nasya Exapanding Manajemen. Tika Rai Rahayu, Dini Rochdiani, & Budi Setia. (2024). Analisis Kelayakan Usaha Dan Nilai Tambah Agroindustri Sale Pisang Ukm Bapak Gojin Di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Jurnal Ilmiah Mahasiswa: Agroinfo Galuh, 11(1), 113–120. en_US
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7175
dc.description.abstract Keragaan merupakan kinerja dari suatu usaha yang terdiri dari berbagai macam kegiatan yang saling berhubungan satu sama lain. Dalam keragaan agroindustri keripik talas SBJAYA keragaan dilihat dari bagaimana pengadaan bahan baku, proses produksi, analisis usaha dan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengadaan bahan baku yang sesuai dengan 6 tepat (tepat waktu, tepat tempat, tepat kualitas, tepat kuantitas, tepat jenis, dan tepat harga), menganalisis proses pengolahan dalam menghasilkan pendapatan dan nilai tambah produk. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan metode kulaitatif dan kuantitatif. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu pada agroindustri keripik talas SBJAYA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keenam komponen pengadaan bahan baku di agroindustri keripik talas SBJAYA sudah tepat. Proses produksi agroindustri keripik talas SBJAYA kebanyakan masih dilakukan secara tradisional, namun beberapa sudah menggunakan mesin seperti mesin perajang dan spinner. Biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri keripik talas SBJAYA dalam satu kali proses produksi sebesar Rp12.651.245,30, penerimaan sebesar Rp18.000.000, pendapatan sebesar Rp5.348.754,70, sehingga memperoleh nilai R/C sebesar 1,42 per satu kali proses produksi. Nilai tambah yang diperoleh agroindustri keripik talas SBJAYA sebesar Rp6.390,46 per kilogram dalam satu kali proses produksi. en_US
dc.publisher Fakultas Pertanian en_US
dc.subject Agroindustri, Keragaan, R/C, Nilai Tambah en_US
dc.title KERAGAAN AGROINDUSTRI KERIPIK TALAS (Studi Kasus pada Agroindustri Keripik Talas SBJAYA di Desa Mekarmukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis) en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account