Abstract:
Penelitian ini
bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk bahasa kekerasan digital (cyberbullying)
yang ditampilkan dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja dan
mengembangkan model bahan ajar materi debat yang relevan bagi siswa SMA fase E
kelas X. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kasus cyberbullying
di kalangan remaja yang berdampak pada kesehatan mental dan hubungan sosial
mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan
analisis wacana kritis. Data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap adegan dan
dialog dalam film, lalu dianalisis untuk mengidentifikasi jenis-jenis kekerasan digital
seperti pelecehan, pencemaran nama baik, penyamaran identitas, pengucilan, dan
penguntitan daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini secara kuat
merepresentasikan realitas sosial tentang perundungan di dunia maya dan dapat
dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kontekstual. Berdasarkan temuan
tersebut, disusun alternatif bahan ajar materi debat yang bertujuan membangun
kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen, dan menumbuhkan kesadaran etika
berkomunikasi di ruang digital. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa film
dapat menjadi sumber belajar yang efektif dalam menyampaikan isu-isu sosial yang
dekat dengan kehidupan siswa. Peneliti menyarankan agar materi pembelajaran Bahasa
Indonesia mengintegrasikan topik-topik aktual seperti cyberbullying untuk
meningkatkan relevansi, empati, dan tanggung jawab dalam berbahasa.