Abstract:
ANEU WULANDARI, 2025. Analisis Nilai Tambah Fermentasi Daun Ketapang (Studi Kasus di Elbaecafeed Store di Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya ).Dibawah bimbingan BENIDZAR M ANDRIE dan IVAN SAYID NURAHMAN.
Daun Ketapang sering dianggap sebagai limbah, tetapi sebenarnya memiliki banyak manfaat, terutama dalam dunia ikan hias. Daun ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan fermentasi untuk meningkatkan kualitas air dan kesehatan ikan. Industri yang mengolah daun ketapang salah satunya Elbarcafeed Store yang berdiri sejak tahun 2019 yang sudah merambah dunia ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, serta nilai tambah fermentasi daun ketapang di Elbarcafeed Store. Penelitian ini di desain secara kualitatif dengan menggunkana metode studi kasus pada agroindustri Elbarcafeed Store yang dipilih secara purposive. Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam kemudian dianalisis secara deskriptif. Rancangan analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Join Cost, Penerimaan, Pendapatan dan Nilai Tambah dengan metode Hayami. Hasil Penelitian Menyatakan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp.6.464,356.,- per satu kali proses produksi, Sedangkan penerimaanya Sebesar Rp. 10.000.000.,- per satu kali proses Produksi , Pendapatan yang di peroleh sebesar Rp 3.535.643.,- per satu kali proses produksi, Nilai tambah yang diperoleh produk Ekstrak Cairan sebesar Rp 54.100,- per kilogram bahan baku dengan rasio nilai tambahnya 67,62 persen sedangkan nilai tambah yang diperoleh produk daun ketapang kemasan kering sebesar Rp, 3.450.,- per kilogram bahan baku dengan rasio nilai tambahnya 17,25 persen.