Abstract:
Indonesia terletak di kawasan cincin api Pasifik, yang merupakan daerah dengan
aktivitas seismik yang tinggi. Akibatnya, bangunan di Indonesia, khususnya
bangunan publik seperti gedung kantor, harus dirancang dengan memperhatikan
ketahanan terhadap gempa. Salah satu jenis bangunan yang sering digunakan oleh
instansi pemerintah adalah gedung perkantoran, seperti Gedung Kantor Balai Besar
Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy yang memiliki peran penting dalam
administrasi dan pengelolaan sumber daya air. Keberlanjutan operasional gedung
ini sangat penting karena fungsinya yang strategis dalam pelayanan publik.
mengingat pentingnya fungsi gedung ini dalam pengelolaan sumber daya air di
wilayah Kota Banjar. Metode pushover dipilih sebagai teknik analisis nonlinier
statik yang efektif untuk memahami perilaku inelastis struktur saat terkena beban
lateral akibat gempa.
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode pushover dalam menganalisis
ketahanan struktur Gedung Kantor BBWS Citanduy di Kota Banjar. Evaluasi
dilakukan berdasarkan Capacity Spectrum Method (CSM) sesuai peraturan ATC-40
dan Displacement Coefficient Method (DCM) sesuai peraturan FEMA 356, dengan
bantuan software SAP2000.
Hasil analisis pushover menunjukkan bahwa Gedung Kantor BBWS Citanduy
mencapai level kinerja Immediate Occupancy. Hal ini mengindikasikan bahwa
meskipun mengalami gempa, struktur tidak mengalami kerusakan signifikan pada
komponen strukturalnya. Kekakuan dan kekuatan gedung tetap hampir sama
dengan kondisi sebelum gempa, memenuhi prinsip utama perancangan bangunan
tahan gempa.