Unigal Repository

Hubungan Geger Sunten dalam Hegemoni Politik Dengan Kerajaan Bojong Galuh Pada Masa Pemerintahan Tamperan (732-739)

Show simple item record

dc.contributor.author Brata, Yat Rospia
dc.date.accessioned 2020-03-21T14:16:52Z
dc.date.available 2020-03-21T14:16:52Z
dc.date.issued 2013-03
dc.identifier.issn 2355-5726
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/604
dc.description.abstract Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah; (1). Bagaimana asal-usul Situs Geger Sunten, (2). Bagaimana hubungan Situs Geger Sunten dalam hegemoni politik dengan Kerajaan Bojong Galuh pada masa pemerintahan Tamperan (732-739) Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah (historis). Adapun langkah-langkah penelitian sejarah atau historis tersebut meliputi: heuristic, kritik, interpretasi, dan historiografi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) Studi Pustaka dan (2) Studi Lapangan, yang terdiri dari (a) Teknik Observasi (b) Teknik Wawancara atau Interview. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa asal-usul Situs Geger Sunten begitu erat kaitannya dengan kerajaan Galuh. Adapun tokoh-tokoh yang sangat erat dengan cerita Situs Geger Sunten yaitu Eyang Bimaraksa atau lebih dikenal Aki Balangantrang dan Ciung Wanara. Geger Sunten diyakini sebagai tempat suci karena dijadikan sebagai basis pendidikan dan perjuangan. Penemuan Situs Geger Sunten diawali oleh datangnya seseorang dari Belanda (Netherland) tahun 1965. Orang tersebut mencari sebuah situs atau keramat yang ada di daerah Tambaksari, tapi belum diketahui secara pasti tempat yang dimaksud keramat tersebut. Hingga pada tahun 2006 tempat tersebut dibuka oleh warga setempat. Selain itu, hubungan Situs Geger Sunten dalam hegemoni politik dengan Kerajaan Galuh pada masa pemerintahan Tamperan (732-739) bahwa Situs Geger Sunten merupakan bagian dari kronologi Kerajaan Galuh pada masa pemerintahan Tamperan. Dalam memimpin Kerajaan Galuh, Tamperan tidak berpihak kepada rakyat tapi lebih mementingkan diri sendiri sehingga membuat rakyatnya sengsara. Hingga pada suatu saat datang seorang pemuda gagah dan sakti yang bernama Ciung Wanara untuk mengikuti sayembara sabung ayam yang dibuat Tamperan. Padahal itu merupakan siasat Tamperan yang penasaran untuk bertemu dan berhadapan dengan Ciung Wanara. Hingga pada akhirnya terjadi kesepakatan antara Haryang Banga dengan Ciung Wanara. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Universitas Galuh en_US
dc.subject Geger Sunten; Hegemoni Politik; Kerajaan Bojong Galuh en_US
dc.title Hubungan Geger Sunten dalam Hegemoni Politik Dengan Kerajaan Bojong Galuh Pada Masa Pemerintahan Tamperan (732-739) en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • Jurnal Artefak
    The Jurnal Artefak was first published in 2014 based on a decree. ISSN 0005.0188/JI.3.2/SK.ISSN/2014.03 and ISSN: 2355-5726. The Jurnal Artefak also has an electronic ISSN: 2580-0027. Since 2017 with SK ISSN 0005.25800027/JI.3.1/SK.ISSN/2017.05 (19 May 2017). Every year the Jurnal Artefak publishes twenty articles for two issues in April and September. The focus of the studies carried out in this publication include history, historiography, educational history, and socio-culture. Currently the editorial staff of the Artifact Journal led by Aan Suryana, S.Pd., M.Pd. The editorial staff of the Jurnal Artefak is located in the Department of History Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Galuh at the FKIP Building 3rd floor, Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis, 46274 West Java. email: jurnalartefak@unigal.ac.id.

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account