Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena pinjam meminjam uang pada rentenir di Desa Kompa Kabupaten Sulkabumi,dimana menurut pasal 1765 KUHPerdata memperbolehkan adanya pinjam meminjam uang dengan bunga. Akan tetapi islam memandang bunga sebagai riba dan dilarang dalam islam sehingga ada perbedaan pandangan.
Masalah yang dikaji dalam skripsi ini adalah bagaimana pelaksanaan perjanjian utang piutang berdasarkan pasal 1765 KUHPerdata tentang meminjamkan dengan bunga dan ditinjau berdasarkan persfektif hukum islam di Desa Kompa Kabupaten Sukabumi,kendala-kendala yang timbul dalam pelaksanaan perjanjian utang piutang berdasarkan pasal 1765 KUHPerdata tentang meminjamkan dengan bunga dan ditinjau berdasarkan persfektif hukum islam di Desa Kompa Kabupaten Sukabumi ,upaya-upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala yang terjadi dalam pelaksanaan perjanjian utang piutang berdasarkan pasal 1765 KUHPerdata tentang meminjamkan dengan bunga dan ditinjau berdasarkan persfektif hukum islam di Desa Kompa Kabupaten Sukabumi.
Metode penelitian skripsi ini adalah deskriptif analitis yaitu metode yang memaparkan,melukiskan dan menganalisa permasalahan yang ada dan metode studi komparatif yaitu membandingkan suatu hukum yang ada dengan hukum lainnya. Dan penelitian ini menggunakan metode normatif empiris yaitu penelitian yang didasarkan pada norma-norma hukum dan pelaksanaan yang ada di masyarakat yang bersumber dari ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan perjanjian utang piutang berdasarkan pasal 1765 KUHPerdata dan di tinjau berdasarkan persfektif hukum islam di Desa Kompa Kabupaten Sukabumi,masyarakat masih kurang memahami ketentuan pinjam meminjam dengan bunga menurut KUHPerdata dan sistem bagi hasil menurut hukum islam.
Diharapkan kepeda pemerintah Desa Kompa dan pihak perbankan agar memberikan solusi kepada masyarakat tentang ketentuan perjanjian pinjam meminjam uang dengan bunga yang baik dan juga bagaimana ketentuan pinjam meminjam uang berdasarkan sistem bagi hasil,sehingga mereka tidak terjerat oleh rentenir yang menerapkan suku bunga tinggi disertai ancaman dan tekanan.