Abstract:
Reny Hidayah Rachmany. 2026. “Transformasi Budaya Sekolah Sebagai
Upaya Peningkatan Literasi Murid (Studi Kasus di SDN Sukarame
Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya)”.
Rendahnya kemampuan literasi murid masih menjadi salah satu tantangan dalam
dunia pendidikan dasar, termasuk di SDN Sukarame Kecamatan Sodonghilir
Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor
pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh budaya sekolah yang meliputi dimensi
struktural, interaksional, simbolik, dan moral/etika dalam mendukung kegiatan
literasi. Oleh karena itu, diperlukan adanya transformasi budaya sekolah yang
mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, kolaboratif, serta
membiasakan murid untuk aktif membaca dan menulis dalam kehidupan seharihari.
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana transformasi budaya
sekolah dalam meningkatkan literasi murid di SDN Sukarame. Adapun tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan: 1) Budaya sekolah
ditinjau dari dimensi struktural dalam upaya pembiasaan murid. 2) Budaya
sekolah ditinjau dari dimensi interaksional dalam upaya pembiasaan murid. 3)
Budaya sekolah ditinjau dari dimensi simbolik dalam upaya pembiasaan murid. 4)
Budaya sekolah ditinjau dari dimensi moral /etik dalam upaya pembiasaan murid.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan dokumentasi. Teknik
analisis data yang dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi data (data
reduction), penyajian data (data display), dan pengambilan keputusan
(verification).Adapun informan dalam penelitian ini adalah Pengawas, Kepala
Sekolah dan Guru di SDN Sukarame sebanyak 6 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : budaya sekolah di SDN Sukarame
Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya yang ditinjau dari dimensi
struktural, interaksional, simbolik, dan moral/etika telah berperan dalam
mendukung peningkatan literasi murid. Dimensi struktural memberikan dukungan
melalui pengelolaan program dan fasilitas yang cukup baik, dimensi interaksional
menciptakan lingkungan belajar yang terbuka dan kolaboratif, dimensi simbolik
menumbuhkan motivasi melalui berbagai simbol literasi, serta dimensi
moral/etika membentuk karakter murid yang berintegritas melalui kegiatan
literasi. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu
ditingkatkan, seperti konsistensi pelaksanaan program, penguatan interaksi
literasi, optimalisasi simbol, serta internalisasi nilai-nilai etika.