Abstract:
Usi Rahmawati. 2125250083. Pengembangan Profesionalisme Guru dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik (Studi Kasus di SMPN 2
Bantarkalong Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya)”.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh profesionalisme guru di SMPN 2 Bantarkalong
belum optimal dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, tercermin dari
capaian implementasi profesionalisme guru dan motivasi belajar peserta didik yang
masih berkategori cukup dan belum mencapai target. Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan kondisi, kontribusi, dan strategi pengembangan profesionalisme
guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMPN 2 Bantarkalong
Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan
metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap tiga informan, yaitu
Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru. Analisis data dilakukan secara interaktif
melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi,
disertai triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa profesionalisme guru berkembang tidak merata dimana
kompetensi dasar yaitu landasan pendidikan, psikologi pendidikan, penguasaan
materi, dan evaluasi pembelajaran sudah terlaksana baik, sedangkan kompetensi
praktis seperti metode inovatif, teknologi digital, pembelajaran terdiferensiasi,
kegiatan penunjang, dan penelitian tindakan kelas masih perlu diperkuat, sehingga
terjadi kesenjangan antara penguasaan teori dan implementasi praktik. Kesenjangan
ini berimplikasi pada kontribusi profesionalisme guru terhadap motivasi belajar
yang bersifat nyata namun bertahap, ditandai peningkatan disiplin, ketepatan
waktu, keaktifan, dan mulai tumbuhnya motivasi intrinsik yang belum merata di
seluruh kelas. Sembilan strategi pengembangan profesionalisme guru yang
diterapkan sekolah telah berjalan dengan konsistensi berbeda-beda, dengan
integrasi teknologi pembelajaran dan pembelajaran terdiferensiasi sebagai aspek
paling mendesak untuk diperkuat, didukung peran kepala sekolah dan evaluasi
program berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan motivasi
belajar peserta didik bergantung pada konsistensi penerapan profesionalisme guru
secara menyeluruh dan merata.