Abstract:
Pengaruh Kinerja Mengajar Guru dan Penggunaan Metode Pembelajaran yang
Variatif terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik (Studi pada Guru SMP Swasta
Rayon 5 Wilayah Kabupaten Garut)
Ulfah Nurhamidah, 2125250027 Motivasi belajar peserta didik merupakan komponen kunci
keberhasilan proses pembelajaran, namun fenomena rendahnya motivasi belajar masih
banyak ditemukan di sekolah swasta, khususnya di Rayon 5 Kabupaten Garut, yang ditandai
dengan sikap pasif, kurangnya antusiasme, dan kejenuhan siswa dalam mengikuti
pembelajaran. Kondisi ini diduga berkaitan erat dengan kinerja mengajar guru yang belum
optimal serta penggunaan metode pembelajaran yang cenderung monoton dan kurang
variatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) tingkat kinerja mengajar guru; (2)
tingkat penggunaan metode pembelajaran yang variatif; (3) tingkat motivasi belajar peserta
didik; (4) pengaruh kinerja mengajar guru terhadap motivasi belajar peserta didik; (5)
pengaruh penggunaan metode pembelajaran yang variatif terhadap motivasi belajar peserta
didik; serta (6) pengaruh kinerja mengajar guru dan penggunaan metode pembelajaran yang
variatif secara simultan terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Swasta Rayon 5
Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
deskriptif-asosiatif. Objek penelitian adalah 117 orang guru di SMP Swasta rayon 5 wilayah
Kabupaten Garut. Data dikumpulkan melalui angket/kuesioner berskala Likert yang telah
diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif
(Weighted Means Score) untuk mendeskripsikan variabel, serta analisis regresi linier
berganda dengan bantuan SPSS versi 30.0 untuk menguji pengaruh antarvariabel, setelah
terlebih dahulu memenuhi uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan
heteroskedastisitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kinerja mengajar guru
berada pada kategori tinggi; (2) tingkat penggunaan metode pembelajaran yang variatif
berada pada kategori sangat tinggi; (3) tingkat motivasi belajar peserta didik berada pada
kategori tinggi; (4) terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara kinerja
mengajar guru terhadap motivasi belajar peserta didik, dengan nilai t hitung 4,652
(signifikansi <0,001); (5) terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara
penggunaan metode pembelajaran yang variatif terhadap motivasi belajar peserta didik,
dengan nilai t hitung 9,115 (signifikansi <0,001); dan (6) kinerja mengajar guru dan
penggunaan metode pembelajaran yang variatif secara simultan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik, dengan nilai F hitung sebesar 123,907
(signifikansi <0,001), persamaan regresi Y = 19,233 + 0,228 X1 + 0,706 X2, serta koefisien
determinasi (R Square) sebesar 0,685 yang berarti kedua variabel bebas mampu
menjelaskan 68,5% variasi motivasi belajar peserta didik, sedangkan 31,5% sisanya
dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Hasil penelitian disajikan secara
berjenjang, dimulai dari gambaran umum responden, deskripsi statistik masing-masing
variabel (kinerja mengajar guru, metode pembelajaran variatif, dan motivasi belajar),
pengujian asumsi klasik sebagai prasyarat analisis regresi, pengujian hipotesis secara parsial
dan simultan, hingga pembahasan yang mengaitkan temuan empiris dengan kajian teoretis
yang relevan. Alur ini menghasilkan gambaran yang utuh mulai dari kondisi masing-masing
variabel secara individual hingga pola hubungan pengaruhnya secara bersama-sama.
Penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa kinerja mengajar guru dan penggunaan
metode pembelajaran yang variatif merupakan dua faktor yang sangat dominan dan saling
melengkapi dalam membentuk motivasi belajar peserta didik. Temuan ini memperkuat
pentingnya investasi berkelanjutan pada peningkatan profesionalisme guru serta diversifikasi metode pembelajaran sebagai strategi yang efektif dan efisien bagi sekolah
swasta dalam meningkatkan motivasi belajar dan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kinerja mengajar guru melalui pelatihan
profesional berkesinambungan serta pengembangan kreativitas guru dalam merancang
metode pembelajaran yang beragam, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.