Unigal Repository

KEPEMIMPINAN SITUASIONAL GURU PJOK DALAM PEMBELAJARAN BERESIKO CEDERA (Studi Kasus di SDN 3 Sukanagara Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat)

Show simple item record

dc.contributor.author REDI, SEPTIANA
dc.date.accessioned 2026-10-09T03:42:28Z
dc.date.available 2026-10-09T03:42:28Z
dc.date.issued 2026-07-11
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10711
dc.description.abstract Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada fase C sekolah dasar memiliki karakteristik aktivitas fisik yang berpotensi menimbulkan risiko cedera, sehingga menuntut kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran secara aman, efektif, dan adaptif. Pendekatan yang relevan dengan kepemimpinan situasional, yaitu kemampuan guru menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan tingkat kesiapan peserta didik dan situasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan kepemimpinan situasional guru PJOK dalam pembelajaran berisiko cedera di fase C, mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang paling dominan digunakan, menganalisis respons dan perilaku siswa, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat keberhasilan penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SDN 3 Sukanagara Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, dengan informan utama meliputi kepala sekolah, guru PJOK, dan pengawas sekolah. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan situasional guru PJOK dalam pembelajaran berisiko cedera telah dilaksanakan melalui empat gaya kepemimpinan, yaitu mengarahkan (directing/telling), konsultatif (coaching/selling), partisipatif (supporting/participating), dan mendelegasikan (delegating). Gaya kepemimpinan yang paling dominan digunakan adalah gaya mengarahkan/konsultatif, terutama pada aktivitas PJOK yang memiliki tingkat risiko cedera tinggi. Respons siswa menunjukkan peningkatan rasa aman, keberanian, dan keaktifan dalam pembelajaran, meskipun tingkat kemandirian masih perlu dikembangkan. Faktor pendukung meliputi kompetensi profesional guru, pengalaman mengajar, komunikasi efektif, serta dukungan sarana prasarana, sedangkan faktor penghambat meliputi jumlah siswa yang terlalu banyak, perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, dan rendahnya kesadaran keselamatan peserta didik. en_US
dc.description.sponsorship Pembimbing I Dr. Dede Iman S, M.Pd. Pembimbing II Dr. H. Abdul Rohman, M.Pd. en_US
dc.publisher Magister Administrasi Pendidikan, FKIP en_US
dc.subject Kepemimpinan situasional, guru PJOK, pembelajaran berisiko cedera, fase C, sekolah dasar. en_US
dc.title KEPEMIMPINAN SITUASIONAL GURU PJOK DALAM PEMBELAJARAN BERESIKO CEDERA (Studi Kasus di SDN 3 Sukanagara Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat) en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account