Abstract:
Pengaruh Manajemen Program Literasi dan Pemanfaatan Sumber Digital
terhadap Kompetensi Membaca Kritis Siswa (Studi pada SMP Negeri 3
Sidareja dan SMP Negeri 1 Sidareja Kabupaten Cilacap)
Korian Sri Ramadani 2125250093. Kompetensi membaca kritis siswa di SMP
Negeri 3 Sidareja dan SMP Negeri 1 Sidareja belum optimal, yang diakibatkan oleh
pelaksanaan manajemen program literasi dan pemanfaatan sumber digital yang
belum terintegrasi secara mendalam pada pengembangan kognitif tingkat tinggi
siswa. Penelitian ini dilandasi oleh teori fungsi manajemen pendidikan (POAC),
Cognitive Flexibility Theory, dan kerangka literasi digital Paul Gilster. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan
sampel 66 responden guru dan dianalisis menggunakan Jeffreys' Amazing Statistics
Program (JASP). Hasil penelitian menunjukkan: 1. Manajemen program literasi
tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kompetensi membaca kritis
siswa (p = 0,099), di mana fungsi manajemen sekolah masih cenderung berfokus
pada pemenuhan aspek struktural-administratif dibanding strategi pedagogis kritis;
2. Pemanfaatan sumber digital berpengaruh positif dan sangat dominan secara
parsial terhadap kompetensi membaca kritis siswa (p < 0,001), karena interaksi aktif
siswa dengan media digital secara langsung melatih indikator pencarian, navigasi,
evaluasi, dan etika informasi; 3. Manajemen program literasi dan pemanfaatan
sumber digital secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap
kompetensi membaca kritis siswa (p < 0,001) dengan kontribusi sebesar 63,4%.