Abstract:
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Sekolah
Berkarakter (Studi Kasus di SD Negeri Mernek 03 Kecamatan Maos
Kabupaten Cilacap),
Hepta Marlina. NIM. 2125250108. Penelitian ini berfokus pada kajian tentang
kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah
berkarakter, khususnya pada SD Negeri Mernek 03 Kecamatan Maos Kabupaten
Cilacap. Sesuai dengan fokus kajian maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
tentang proses, faktor pendukung dan pengembangan kepemimpinan
transformasional kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah berkarakter. Melalui
metode deskriptif analitik dan pendekatan kualitatif, maka penelitian ini
menghasilkan kesimpulan : (1). Kualitas kepemimpinan transformasional kepala
sekolah dalam mewujudkan sekolah berkarakter, ditentukan oleh 4 dimensi utama
yakni : pengaruh ideal (idealized influence) atau karisma; motivasi inspirasional
(inspirational motivation), stimulasi intelektual (intellectual stimulation); dan
konsiderasi individu (individual consideration); (2). Strategi kepemimpinan
transformasional kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah berkarakter, yakni :
Strategi keteladanan dan karisma (Idealized Influence), Strategi visi dan motivasi
inspirasional (Inspirational Motivation), Strategi stimulasi intelektual (Intellectual
Stimulation), Strategi perhatian individual (Individualized Consideration); dan
Strategi penguatan budaya dan lingkungan sekolah; (3). Keberhasilan kepemimpinan
transformasional kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah berkarakter, ditentukan
oleh 6 unsur, berikut : Keteladanan dan Integritas (Karisma), Visi dan Misi yang
Jelas, Pemberdayaan dan Motivasi Guru (Stimulasi Intelektual), Kolaborasi dan
Dukungan Sosial, Iklim Sekolah yang Kondusif; dan Sistem Reward and
Punishment yang Adil; (4). Model pengembangan strategi kepemimpinan
transformasional kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah berkarakter, berfokus
pada kemampuan pemimpin dalam menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan
seluruh warga sekolah. kepala sekolah dapat menjalankan strategi utama melalui
model pengembangan strategi berikut: (1). strategi menumbuhkan visi dan inspirasi
(idealized influence); (2). strategi memotivasi secara intelektual (inspirational
motivation); (3). strategi stimulasi intelektual (intellectual stimulation); dan (4).
strategi perhatian yang bersifat individual (individualized consideration).
Selanjutnya keberhasilan model kepemimpinan ini dapat diukur melalui terciptanya:
(1). iklim sekolah yang positif; (2). pembiasaan rutin; dan (3). kinerja guru yang
optimal