Abstract:
Penjumlahan dan pengurangan dua angka merupakan kompetensi esensial yang
harus dikuasai siswa kelas II. Penelitian studi kasus ini bertujuan 1.
Mendeskripsikan proses guru dalam meningkatkan kemampuan pemahaman
konsep dan pemecahan masalah matematis penjumlahan dan pengurangan dua
angka untuk meningkatkan hasil belajar siswa, 2. Menganalisis strategi guru
dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah
matematis penjumlahan dan pengurangan dua angka untuk meningkatkan hasil
belajar siswa 3. Mengidentifikasi langkah-langka guru dalam meningkatkan
kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis
penjumlahan dan pengurangan dua aangka untuk meningkatkan hasil belajar
siswa. Memberikan tes pada responden dan wawancara mengkonfirmasi jawaban
yang diberikan, kemudian menganalisis hasil tes dan wawancara tersebut. Subjek
pada penelitian ini adalah 12 siswa kelas 2 sekolah dasar. Hasil temuan pada
penelitian ini menunjukkan bahwa, 1. Proses guru dalam meningkatkan
kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis
penjumlahan dan pengurangan dua aangka untuk meningkatkan hasil belajar
sisw, 2. Strategi guru dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan
pemecahan masalah matematis penjumlahan dan pengurangan dua aangka untuk
meningkatkan hasil belajar siswa, 3. Langkah-langkah guru dalam meningkatkan
kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis
penjumlahan dan pengurangan dua angka untuk meningkatkan hasil belajar
siswa. Belum seperti yang diharapkan, kesalahan yang ditemukan pada jawaban
siswa dalam tes pemahaman konsep yaitu kesalahan konsep, kesalahan prosedur
dan kesalahan menghitung. Sedangkan dalam tes kemampuan pemecahan
masalah, kesalahan yang ditemukan dalam jawaban siswa disebabkan karena
siswa masih kesulitan dalam membedakan antara nilai satuan dan puluhan.
Penyebab kesalahan siswa dalam penelitian ini dikategorikan menjadi dua yaitu
penyebab internal dan eksternal. Penyebab internal berupa ketidakpahaman siswa
terhadap aktivitas menjumlah dan mengurang, siswa belum menguasai nilai
tempat bilangan dua angka, siswa lupa prosedur berhitung, siswa tidak terbiasa
membaca soal uraian, siswa tidak terbiasa memeriksa ulang jawaban yang
diperoleh. Sedangkan penyebab kesalahan eksternal yaitu susunan materi dalam
buku ajar, pendekatan pembelajaran dan kebiasaan soal yang diberikan.