Abstract:
Pengembangan Kurikulum Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Studi Kasus
pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Kawali)
Nama Dewi Tri Martina, NIM 2125250077. Rendahnya kompetensi literasi
membaca teks sastra siswa SMP Negeri 3 Kawali (skor 54,15 pada Rapor
Pendidikan 2025) berbanding terbalik dengan kekayaan potensi sosiokultural dan
sejarah Kerajaan Galuh (Situs Astana Gede) di lingkungan sekitar sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses, strategi, kendala, solusi, serta
pengembangan strategi penerapan kurikulum berbasis nilai kearifan lokal pada
pembelajaran Bahasa Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus
deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan
informan kunci, observasi, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis
menggunakan model interaktif dan analisis tematik.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Proses penerapan dilakukan melalui
pengintegrasian visi pelestarian budaya Galuh ke dalam Kurikulum Operasional
Satuan Pendidikan (KOSP) serta penyelarasan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi
Tujuan Pembelajaran (TP) yang kontekstual; (2) Strategi berfokus pada
kepemimpinan instruksional, program literasi rutin, dan pemanfaatan Situs Astana
Gede sebagai laboratorium literasi kultural yang terbukti menurunkan beban kognitif
siswa dan meningkatkan kunjungan perpustakaan sebesar 25%; (3) Kendala
minimnya dokumen tertulis diatasi melalui FGD bersama budayawan dan
pembuatan “bank teks” lokal oleh MGMP; serta (4) Pengembangan strategi
diarahkan pada penguatan kerangka manajemen kurikulum kontekstual yang
berkelanjutan. Kesimpulannya, kurikulum berbasis kearifan lokal efektif
meningkatkan keterikatan literasi siswa dan menginternalisasi nilai karakter luhur
Galuh.