Abstract:
Latar Belakang: Anemia termasuk masalah kesehatan yang rentan dialami remaja putri akibat peningkatan kebutuhan zat besi saat pertumbuhan dan menstruasi. Pola makan yang kurang tepat berpotensi kurangi atau minimalkan kadar hemoglobin (Hb) dan sebabkan anemia. Tujuan: Secara komprehensif atau rinci hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Muhammadiyah Garut Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi aktif kelas VII–IX SMP Muhammadiyah Garut. Teknik pengambilan sampel manfaatkan total sampling (n = 25). Data pola makan diperoleh berdasarkan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kejadian anemia diukur berdasarkan kadar Hb kapiler manfaatkan alat HemoCue (anemia jika Hb < 12 g/dL). Analisis data manfaatkan uji Chi-square (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden terdapat pola makan baik (64,0%) dan tidak alami kondisi anemia (56,0%). Namun, prevalensi anemia masih cukup tinggi yaitu 44,0%. Analisis bivariat perlihatkan atau gambarkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia (p = 0,033; OR = 10,5). Remaja putri dengan pola makan kurang baik berisiko 10,5 kali lebih besar alami kondisi anemia. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Muhammadiyah Garut Tahun 2026. Diperlukan penguatan edukasi gizi seimbang serta optimalisasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD).