| dc.description.abstract |
YOSEP NUGRAHA. 2026. Peran Perempuan dalam Menopang Rantai Nilai
Agribisnis Jagung Tradisional (Studi Kasus Kelompok Wanita Tani Sinar Bakti 2
di Desa Sindangbarang Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis). Dibimbing
oleh IVAN SAYID NURAHMAN dan BENIDZAR M. ANDRIE.
Jagung merupakan komoditas pangan strategis yang memiliki peran penting
dalam ketahanan pangan dan perekonomian pedesaan, termasuk di Kabupaten
Ciamis. Dalam praktik agribisnis jagung tradisional, perempuan memiliki
kontribusi nyata pada berbagai tahapan rantai nilai, namun kontribusi tersebut
sering kali tidak tercatat dan diposisikan sebagai pekerjaan domestik semata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peran perempuan dalam
mendukung aktivitas agribisnis jagung tradisional di Desa Sindangbarang
Kecamatan Panumbangan; dan (2) dinamika kegiatan agribisnis jagung tradisional
yang dipengaruhi oleh keterlibatan perempuan di lokasi tersebut. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal intrinsik
yang bersifat deskriptif-analitis dan berperspektif feminis. Responden ditentukan
secara purposive sampling dengan variasi snowball sampling, yaitu sebanyak 10
orang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Bakti 2. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendukung
aktivitas agribisnis jagung tradisional, mulai dari tahap produksi (penanaman,
pemupukan, penyiangan, dan pemeliharaan) hingga tahap pascapanen
(pembersihan, pengeringan, pemilahan, penyimpanan, dan pengolahan), serta
terlibat dalam pemasaran skala kecil dan pengelolaan pendapatan hasil panen.
Keterlibatan perempuan tersebut berpengaruh terhadap keberlangsungan dan
pengelolaan agribisnis jagung tradisional, terutama dalam menjaga kualitas hasil,
mengurangi beban pekerjaan keluarga, serta membuka peluang peningkatan nilai
tambah melalui pengolahan jagung. Meskipun demikian, perempuan masih
menghadapi keterbatasan akses terhadap modal, pelatihan, informasi pasar,
teknologi, dan pengambilan keputusan, sehingga penguatan kapasitas perempuan
menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus
menjaga keberlanjutan agribisnis jagung tradisional. |
en_US |