Abstract:
Perkembangan teknologi digital mendorong UMKM untuk mengubah strategi pemasarannya dengan memanfaatkan media digital. Akan tetapi, pendekatan pemasaran tradisional masih tetap memiliki relevansi dalam menjangkau konsumen. Oleh karena itu, strategi hybrid marketing merupakan solusi dengan menggabungkan kanal offline dan online. Kedai durian kujang telah menerapkan strategi tersebut, namun tingkat pertumbuhan pendapatan mengalami penurunan. Penurunan tingkat pertumbuhan pendapatan ini menunjukan peningkatan pendapatan kedai durian kujang belum stabil setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal dan menentukan alternatif strategi yang tepat untuk kedai durian kujang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penentuan sampel responden ditentukan secara purposive (sengaja) sebanyak 8 orang yang terdiri dari pemilik, 2 karyawan, dan 5 konsumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi literatur yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal. Hasil analisis SWOT kedai durian kujang berada pada kuadran II (Diversifikasi). Posisi ini menunjukan bahwa kedai durian kujang mempunyai banyak ancaman dibandingkan peluang namun mempunyai banyak kekuatan pada sumberdaya internal, sehingga alternatif strategi yang direkomendasikan adalah pemanfaatan kekuatan untuk menghadapi ancaman. Implementasi strategi meliputi mempertahankan konsistensi informasi produk pada saluran online maupun offline, mengoptimalkan penggunaan TikTok dengan konten yang menarik, serta mengomunikasikan layanan garansi durian. Selain itu, informasi lokasi, jam operasional, dan ketersediaan produk perlu disampaikan secara jelas melalui media digital.