Abstract:
Ruas Jalan Bts. Garut/Tasikmalaya-Singaparna STA 85+204-STA 87+104 merupakan jalan provinsi dengan fungsi kolektor kelas II sepanjang 1,9 km. Ruas tersebut mengalami berbagai kerusakan permukaan yang dapat menurunkan kenyamanan berkendara dan mempercepat penurunan kondisi struktural perkerasan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi fungsional dan struktural perkerasan serta menentukan rekomendasi penanganan yang sesuai. Kondisi fungsional dievaluasi menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), sedangkan kondisi struktural dianalisis berdasarkan Pd T-05-2005-B menggunakan data sekunder hasil pengujian lendutan Benkelman Beam. Ruas penelitian dibagi menjadi 38 unit sampel dengan panjang masing-masing 50 m. Segmen-segmen tersebut dikelompokkan menjadi seksi penanganan berdasarkan kedekatan lokasi, kecenderungan kondisi PCI yang dominan, dan kesinambungan ruas. Hasil penelitian menunjukkan nilai PCI rata-rata sebesar 42 yang termasuk kategori fair. Nilai PCI terendah sebesar 2 (failed) terdapat pada Segmen 2 dan 9, sedangkan nilai tertinggi sebesar 100 (excellent) terdapat pada Segmen 8 dan 19. Tambalan sebesar 46,26% dan retak kulit buaya sebesar 35,20% merupakan jenis kerusakan dominan. Berdasarkan hasil pengelompokan, terbentuk Seksi 1 dengan PCI rata-rata 22,78 (very poor), Seksi 2 sebesar 56,82 (good), dan Seksi 3 sebesar 33,83 (poor). Evaluasi struktural menghasilkan faktor keseragaman lendutan masing-masing sebesar 13,16%, 13,37%, dan 9,88%, dengan kebutuhan tebal lapis tambah sebesar 7,3 cm, 6,5 cm, dan 5,2 cm. Integrasi hasil menunjukkan bahwa kondisi fungsional yang baik tidak selalu mencerminkan kapasitas struktural yang memadai. Oleh karena itu, seluruh seksi memerlukan lapis tambah dengan ketebalan berbeda, disertai perbaikan atau rekonstruksi lokal sebelum pelaksanaan lapis tambah.