Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kepemimpinan tradisional berdasarkan konsep Tritangtu di Buana di Kampung Adat Kuta, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, serta mengkaji penerapan nilai-nilai Resi, Ratu, dan Rama dalam kehidupan masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan Pupuhu Adat, Sesepuh Lembur, Kuncen, Ajengan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat Kampung Adat Kuta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kepemimpinan tradisional di Kampung Adat Kuta masih berjalan dan dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Struktur kepemimpinan adat terdiri atas Pupuhu Adat, Sesepuh Lembur, Kuncen, dan Ajengan yang memiliki tugas dan kewenangan masing-masing. Nilai Resi, Ratu, dan Rama tercermin dalam pembagian peran kepemimpinan, proses pengambilan keputusan melalui musyawarah, pemeliharaan aturan adat, pembinaan keagamaan, serta hubungan antara kepemimpinan adat dan pemerintahan formal. Hubungan tersebut berlangsung melalui komunikasi, koordinasi, dan kerja sama dalam memenuhi kepentingan masyarakat. Dengan demikian, konsep Tritangtu di Buana masih memiliki peran penting dalam mempertahankan keseimbangan kehidupan masyarakat serta keberlangsungan sistem kepemimpinan tradisional di Kampung Adat Kuta.