Abstract:
Cabai merah besar merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun sistem rantai pasoknya masih menghadapi permasalahan berupa panjangnya saluran pemasaran dan rendahnya bagian harga yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme dan efisiensi rantai pasok cabai merah besar di Desa Jayasari Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada Kelompok Tani Desa Jayasari, pengepul lokal, pedagang besar, dan pedagang pengecer di Pasar Cikurubuk. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis rantai pasok dan analisis efisiensi pemasaran melalui perhitungan marjin pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, dan farmer's share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok cabai merah besar melibatkan petani, pengepul lokal, pedagang besar, pedagang eceran, dan konsumen. Aliran barang, aliran keuangan, dan aliran informasi berjalan relatif lancar karena distribusi produk berlangsung sesuai fungsi masing-masing pelaku, pembayaran dilakukan sesuai kesepakatan, dan informasi mengenai harga serta permintaan dipertukarkan antar pelaku rantai pasok. Namun, efisiensi rantai pasok masih tergolong rendah, ditunjukkan oleh marjin pemasaran sebesar Rp37.300/kg, keuntungan pemasaran Rp31.000/kg, biaya pemasaran Rp6.300/kg, share keuntungan 89,38%, share biaya 310,79%, dan farmer's share sebesar 37,10%, sehingga belum memenuhi kriteria efisien. Oleh karena itu, diperlukan upaya meningkatkan efisiensi rantai pasok melalui penguatan akses pasar, diversifikasi saluran pemasaran, dan dukungan permodalan bagi petani guna meningkatkan bagian harga yang diterima petani.