Abstract:
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN JAHE TERHADAP FREKUENSI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I
DI BLUD PUSKESMAS BANJAR 2
Mariam Dwi Hastuti
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh
ABSTRAK
Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang sering dialami ibu hamil trimester I dan dapat mengganggu aktivitas serta kondisi kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian minuman jahe terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di BLUD Puskesmas Banjar 2. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 20 ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah, sebagian besar berusia 20–25 tahun (45%), dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi frekuensi emesis gravidarum dan SOP pemberian minuman jahe. Intervensi dilakukan dengan pemberian minuman jahe ±200 ml dua kali sehari selama 5 hari, kemudian frekuensi emesis gravidarum diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, 50% responden mengalami emesis gravidarum kategori sedang dan 50% kategori berat. Setelah intervensi, 75% responden berada pada kategori ringan dan 25% kategori sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh pemberian minuman jahe terhadap frekuensi emesis gravidarum. Minuman jahe dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
Kata kunci: Emesis Gravidarum, Ibu Hamil Trimester I, Minuman Jahe