Abstract:
Proyek konstruksi memiliki tingkat kompleksitas dan ketidakpastian yang dapat menimbulkan berbagai risiko serta memengaruhi kelancaran pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko, menganalisis tingkat risiko, menentukan prioritas risiko, serta menyusun rekomendasi mitigasi pada Proyek Pembangunan Hotel Harper Purwokerto. Metode yang digunakan adalah Severity Index (SI) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Identifikasi risiko dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada 25 responden yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Hasil identifikasi diperoleh 31 variabel risiko yang dikelompokkan ke dalam tujuh sumber risiko, yaitu force majeure, material, tenaga kerja, manajemen proyek, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), desain dan teknologi, serta dampak lingkungan/masyarakat. Berdasarkan hasil perhitungan Severity Index, nilai SI probabilitas berada pada rentang 23,2%–88,0%, sedangkan nilai SI dampak berada pada rentang 36,8%–92,0%. Risiko kecelakaan kerja di proyek memiliki nilai SI probabilitas sebesar 82,4% dan SI dampak sebesar 92,0%. Selanjutnya, 13 risiko dianalisis menggunakan metode FMEA berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko kecelakaan kerja di proyek memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 411,4, dengan nilai Severity 9,5, Occurrence 7, dan Detection 6, sehingga menjadi prioritas utama dalam pengendalian risiko. Risiko lain dengan RPN tinggi meliputi kurangnya pengawasan keselamatan kerja sebesar 355,6, kurangnya penerapan prosedur K3 sebesar 300,7, penggunaan APD tidak lengkap sebesar 285, dan kondisi area kerja tidak aman sebesar 276. Strategi mitigasi yang dominan digunakan adalah risk reduction melalui peningkatan pengawasan, penerapan prosedur kerja, pelatihan, penggunaan APD, dan koordinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi SI dan FMEA dapat memberikan gambaran tingkat risiko sekaligus membantu menentukan prioritas penanganan risiko pada proyek konstruksi.