| dc.contributor.author | Zahrotul, Ghea | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-19T03:34:15Z | |
| dc.date.available | 2026-09-19T03:34:15Z | |
| dc.date.issued | 2026-08-15 | |
| dc.identifier.other | 1420122117 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10538 | |
| dc.description.abstract | Latar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang muncul pada fase luteal siklus menstruasi dan sering dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai PMS dapat memengaruhi perilaku remaja dalam mengelola gejala yang muncul sehingga berdampak pada aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup mereka. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang Premenstrual Syndrome (PMS) dengan perilaku remaja putri dalam mengelola gejala PMS pada siswi di SMP Negeri 2 Parigi Kabupaten Pangandaran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 2 Parigi yang berjumlah 259 siswi. Sampel sebanyak 84 responden dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang Premenstrual Syndrome (PMS) dan kuesioner perilaku remaja putri dalam mengelola gejala PMS yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 37 responden (44,0%) dan perilaku dalam mengelola gejala PMS kategori cukup sebanyak 43 responden (51,2%). Hasil uji Rank Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p<0,05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,485, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan positif antara pengetahuan tentang Premenstrual Syndrome (PMS) dengan perilaku remaja putri dalam mengelola gejala PMS di SMP Negeri 2 Parigi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Premenstrual Syndrome (PMS) dengan perilaku remaja putri dalam mengelola gejala PMS. Semakin baik tingkat pengetahuan remaja putri, maka semakin baik pula perilaku mereka dalam mengelola gejala PMS. | en_US |
| dc.description.sponsorship | Assoc. Prof. Dr. Tita Rohita., S.Kep., Ners., MM., M.Kep Gita Cahyani. S.Tr.Kep., Ners., M.Tr.Kep. | en_US |
| dc.subject | Pengetahuan, Perilaku, Premenstrual Syndrome (PMS), Remaja Putri. | en_US |
| dc.title | HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DENGAN PERILAKU REMAJA PUTRI DALAM MENGELOLA GEJALA PMS DI SMP NEGERI 2 PARIGI TAHUN 2026 | en_US |
| dc.type | Other | en_US |