Abstract:
Permasalahan penelitian ini adalah Praktik agroforestri di Desa Kalijaya masih menghadapi kendala berupa pendapatan yang belum stabil, produktivitas lahan yang belum optimal, penerapan teknik budidaya yang masih terbatas, serta kurangnya tindakan konservasi tanah. Kondisi tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan manfaat ekonomi dan ekologis agroforestri, sehingga diperlukan penguatan kapasitas petani dalam pengelolaan usaha tani secara lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mengidentifikasi faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan pada Penguatan Kapasitas Petani dalam Pengelolaan Usaha Tani Agroforestri Berkelanjutan. 2) Mengidentifikasi faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman pada Penguatan Kapasitas Petani dalam Pengelolaan Usaha Tani Agroforestri Berkelanjutan. 3) Merumuskan alternatif strategi Penguatan Kapasitas Petani dalam Pengelolaan Usaha Tani Agroforestri Berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal deskriptif hasil angket. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: 1) Faktor internal yang menjadi kekuatan meliputi pengalaman, pengetahuan dasar agroforestri, pemanfaatan lahan, keterampilan pemeliharaan tanaman, dan kerja sama antarpetani. Adapun kelemahannya meliputi keterbatasan teknologi, manajemen usaha, modal, pengolahan hasil, dan pemasaran. 2) Faktor eksternal yang menjadi peluang meliputi perkembangan teknologi, meningkatnya permintaan produk ramah lingkungan, dukungan pemerintah, pengolahan hasil bernilai tambah, dan perluasan pemasaran. Sementara itu, ancamannya meliputi fluktuasi harga dan produksi, perubahan iklim, hama dan penyakit, persaingan pasar, serta kenaikan biaya usahatani. 3) Strategi alternatif yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui penyuluhan dan pelatihan, memperkuat manajemen dan akses modal, mengembangkan pengolahan hasil, memperluas pemasaran melalui kelompok tani dan media digital, serta memperkuat kerja sama antarpetani.