| dc.contributor.author | Erika, Ika | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-19T02:50:27Z | |
| dc.date.available | 2026-09-19T02:50:27Z | |
| dc.date.issued | 2026-08-26 | |
| dc.identifier.other | 1420122042 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10519 | |
| dc.description.abstract | Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar di sekolah. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri haid adalah pemberian jamu kunyit asam yang mengandung kurkumin dan memiliki aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu kunyit asam terhadap penurunan skala nyeri haid (dismenore) pada remaja putri di SMK Bhakti Kencana Banjar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pendekatan nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 23 responden kelompok intervensi dan 23 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan jamu kunyit asam, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Pengukuran skala nyeri haid dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pada kedua kelompok menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas data, uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah pada masing-masing kelompok, serta uji Mann-Whitney U untuk mengetahui perbedaan penurunan skala nyeri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian jamu kunyit asam pada kelompok intervensi dengan nilai p < 0,001. Pada kelompok kontrol juga terdapat perubahan skala nyeri selama periode pengamatan dengan nilai p < 0,001. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai p < 0,001 dengan mean rank penurunan skala nyeri pada kelompok intervensi sebesar 35,00 dan kelompok kontrol sebesar 12,00. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penurunan skala nyeri pada kelompok yang diberikan jamu kunyit asam lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian jamu kunyit asam terhadap penurunan skala nyeri haid (dismenore) pada remaja putri di SMK Bhakti Kencana Banjar. | en_US |
| dc.description.sponsorship | Asri Aprilia Rohman,S.Kep.,Ners.,M.Kes Yoga Ginanjar,S.Kep.,Ners.,M.Kep.,Sp.Kep.Kom | en_US |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Kesehatan | en_US |
| dc.subject | Dismenore, Jamu Kunyit Asam, Nyeri Haid, Remaja Putri. | en_US |
| dc.title | Pengaruh Pemberian Jamu Kunyit Asam Terhadap Penurunan Skala Nyeri Haid (Dismenore) Pada Remaja Putri Di SMK Bhakti Kencana Banjar | en_US |
| dc.type | Other | en_US |