Abstract:
HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DENGAN KEJADIAN ABORTUS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS CIMARAGAS KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2026
ABSTRAK
Abortus masih menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu. Hasil studi pendahuluan di Wilayah Kerja Puskesmas Cimaragas Kabupaten Ciamis menunjukkan bahwa selama periode enam bulan terakhir terdapat 57 persalinan, dengan 24 ibu hamil (42,1%) mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 26 kasus abortus (45,6%). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa KEK dan abortus masih menjadi masalah kesehatan ibu yang memerlukan perhatian, mengingat status gizi ibu hamil diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya abortus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan kejadian abortus pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Cimaragas Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang tercatat pada rekam medis dan buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Cimaragas sebanyak 229 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 24 responden (10,5%), sedangkan yang mengalami abortus sebanyak 26 responden (11,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p value = 0,000 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan kejadian abortus pada ibu hamil. Dapat disimpulkan bahwa KEK berhubungan dengan kejadian abortus pada ibu hamil. Oleh karena itu, diperlukan deteksi dini status gizi dan pemantauan kehamilan secara rutin untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan, khususnya abortus.
Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis (KEK), Abortus, Ibu Hamil, Status Gizi.