Abstract:
Kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua di Indonesia dengan lebih dari 36.000 kasus baru per tahun, dan sekitar 70% terdeteksi pada stadium lanjut. Deteksi dini melalui skrining menjadi kunci penurunan mortalitas, namun partisipasi Wanita Usia Subur (WUS) masih rendah. Di Puskesmas Cimanggu II Kabupaten Cilacap, capaian skrining meningkat dari 9% (2023) menjadi 63% (2025), sehingga faktor predisposisi yang memengaruhinya perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor predisposisi (usia, pendidikan, pengetahuan, dan sikap) dengan partisipasi WUS dalam skrining kanker serviks metode HPV DNA Co-Testing IVA.
Desain penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 196 dari 386 WUS usia 15–49 tahun menikah, dipilih dengan simple random sampling (rumus Slovin, error 5%). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, diuji validitas (Pearson) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha), dianalisis univariat dan bivariat (Chi-Square, α=0,05) menggunakan SPSS 25.
Hasil menunjukkan 78% WUS pernah berpartisipasi skrining. Ditemukan hubungan signifikan antara partisipasi dengan usia (p=0,000), pendidikan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), dan sikap (p=0,006).
Disimpulkan bahwa keempat faktor predisposisi berhubungan signifikan dengan partisipasi skrining, sehingga promosi kesehatan terintegrasi dan kemudahan akses layanan diperlukan, terutama bagi kelompok usia risiko rendah, pendidikan rendah, dan pengetahuan kurang.
Kata Kunci: Faktor predisposisi, HPV DNA Co-Testing IVA, Kanker serviks, partisipasi, Skrining, wanita usia subur.