Abstract:
Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan prevalensi nasional mencapai 37,1% pada tahun 2020, dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Berbagai faktor seperti usia, tingkat pendidikan, status Kekurangan Energi Kronis (KEK), kepatuhan konsumsi tablet Fe, dan kunjungan Antenatal Care (ANC) diduga berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Cimanggu I Kabupaten Cilacap Tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berjumlah 368 orang di wilayah kerja Puskesmas Cimanggu I Kabupaten Cilacap. Sampel penelitian sebanyak 192 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 192 responden, sebanyak 77 orang (40,1%) mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil (p=0,001), tingkat pendidikan (p=0,001), status KEK (p=0,001), dan kunjungan ANC (p=0,001) dengan kejadian anemia pada ibu hamil, sedangkan kepatuhan konsumsi tablet Fe tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p=0,491).
Dapat disimpulkan bahwa usia, tingkat pendidikan, status KEK, dan kunjungan ANC berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, sedangkan kepatuhan konsumsi tablet Fe tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Puskesmas dan tenaga bidan diharapkan dapat meningkatkan upaya deteksi dini serta edukasi gizi bagi ibu hamil yang berisiko.
Kata Kunci : Anemia, Ibu Hamil, Usia, Tingkat Pendidikan, Status KEK, Tablet Fe, Kunjungan ANC