Abstract:
Stunting merpakan kondisi gagal tumbuh pada balita ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur berada di bawah -2 SD berdasarkan standar pertumbuhan anak menurut WHO. Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya status gizi ibu selama kehamilan. Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan kondisi kekurangan asupan energi dalam jangka waktu lama yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin serta meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan setelah lahir. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan riwayat KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada Maret–Juli 2026. Sampel penelitian berjumlah 90 ibu yang memiliki balita usia 0–59 bulan dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui lembar observasi/checklist, rekam medis, dan buku KIA. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai Chi-Square sebesar 43,980 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. Ibu dengan riwayat KEK kecenderungan lebih besar memiliki balita yang mengalami stunting dibandingkan ibu tanpa riwayat KEK. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi, pemantauan status gizi ibu sejak masa kehamilan, serta upaya pencegahan KEK sebagai bagian dari pencegahan stunting.
Kata kunci: Balita, Ibu hamil, Kekurangan Enenrgi Kronik (KEK), Stunting.