Abstract:
Latar Belakang : Bullying merupakan salah satu bentuk perilaku agresif yang masih
banyak terjadi di lingkungan sekolah dan berpotensi memengaruhi perkembangan emosional remaja. Studi pendahuluan di SMPN 3 Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan masih ditemukannya fenomena bullying verbal dan sosial yang berpotensi
memengaruhi kondisi emosional siswa.Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan bullying dengan perkembangan emosional remaja di SMPN 3 Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel bullying diukur menggunakan kuesioner Illinois Bully Scale (IBS), sedangkan variabel perkembangan emosional diukur menggunakan kuesioner Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rank Correlation.Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami
bullying pada kategori sedang (54%), sedangkan perkembangan emosional responden
sebagian besar berada pada kategori baik (39%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai
koefisien korelasi Spearman sebesar -0,648 dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05),
yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan bersifat negatif dengan kekuatan korelasi kuat antara bullying dengan perkembangan emosional remaja.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara bullying dengan
perkembangan emosional remaja di SMPN 3 Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, di mana semakin tinggi tingkat bullying yang dialami maka semakin rendah kualitas
perkembangan emosional remaja. Pihak sekolah disarankan untuk mengembangkan
program pencegahan bullying guna mendukung perkembangan emosional siswa yang
optimal.