Abstract:
Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu kondisi neurologis yang dapat menyebabkan gangguan fungsi motorik ekstremitas atas sehingga membatasi kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan intervensi rehabilitasi yang sederhana dan mudah diterapkan, salah satunya mirror therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mirror therapy terhadap peningkatan fungsi motorik pada pasien stroke di Panti Jompo Welas Asih Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 10 pasien stroke yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran fungsi motorik ekstremitas atas dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Fugl-Meyer Assessment Upper Extremity (FMA-UE). Mirror therapy diberikan selama dua minggu dengan frekuensi lima kali per minggu dan durasi 30 menit setiap sesi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor FMA-UE sebelum intervensi sebesar 35,80, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 37,20, dengan peningkatan rata-rata sebesar 1,40 poin. Selanjutnya, hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t=-4,118 dengan p=0,003 (p<0,05). Diskusi: Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara fungsi motorik sebelum dan sesudah pemberian mirror therapy. Temuan ini menunjukkan bahwa mirror therapy dapat menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana dan mudah diterapkan dalam mendukung rehabilitasi motorik pasien stroke di lingkungan panti jompo