Abstract:
Kecemasan merupakan masalah psikologis yang sering dialami mahasiswa tingkat akhir akibat tekanan akademik, terutama dalam proses penyusunan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi D-3 Keperawatan Universitas BTH Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 41 mahasiswa tingkat akhir, dengan sampel sebanyak 39 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive criterion sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Mini MindHEAR Youth Scale V.1 (MMYS V.1) sebelum dan sesudah pemberian intervensi terapi musik klasik selama 7 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori kecemasan tinggi (59,0%), sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori kecemasan sedang (66,7%) dan kecemasan rendah meningkat menjadi 17,9%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai Z = -4,899, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah terapi musik klasik. Kesimpulannya, terapi musik klasik berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir dan dapat digunakan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengelola kecemasan akademik.