Abstract:
Kadar hemglobin pada ibu hamil cenderung mengalami penurunan karena disebabkan terjadinya pengcencerah darah sehingga pada kehamilan dapat mengalami anemia. Data di UPTD Puskesmas Cikelet pada tahun tahun 2025 kasus anemia mencapai 14,0 % dari 327 ibu hamil, cakupan pemberian TTD 95% namun cakupan kepatuhan mencapai 61,5%. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi selama kehamilan, kebiasaan pola makan yang tidak seimbang, serta kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Jenis penelitian kuantitatif metode deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Cikelet pada bulan Juni 2026 berjumlah 42 orang. Data dipeorleh dengan kuesioner FFQ dan pemerioksaan kadar Hb kemudian dianailsis dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan gambaran pola makan ibu hamil termasuk baik (47,6%), sebagian besar tidak mengalami anemia (66,7%). Ibu hamil dengan pola makan baik lebih banyak tidak mengalalami anemia, sedangkan ibu dengan pola makan kurang sebagian besar mengalami anemia. Hasil uji staistik didapatkan p value 0,011. Kesimulan : terdapat hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di UPT Puskesmas Cikelet kabupaten Garut dengan p value 0,011. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya secara mandiri dan mengkonsumsi makanan bergizi sesuai kebutuhan, konsumsi tablet fe secara rutin sebagai upaya preventif anemia.
Kata kunci: anemia, ibu hamil, pola makan,