Abstract:
Latar Belakang: Baby blues merupakan gangguan emosional ringan yang sering dialami ibu postpartum dan ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah menangis, serta perubahan suasana hati. Kondisi ini dapat berkembang menjadi depresi postpartum apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor yang berperan dalam menurunkan risiko baby blues adalah dukungan sosial dari suami, keluarga, teman, dan tenaga kesehatan. Tujuan: Menganalisis efektivitas dukungan sosial terhadap penurunan risiko baby blues pada ibu postpartum berdasarkan hasil literature review. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel melalui database PubMed, ScienceDirect, dan GARUDA. Artikel yang dipilih dipublikasikan pada tahun 2021–2026 sesuai kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan pendekatan PECOS. Proses seleksi dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA dan diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil: Hasil sintesis menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan penurunan risiko baby blues dan depresi postpartum. Ibu yang memperoleh dukungan sosial tinggi cenderung memiliki tingkat stres, kecemasan, dan gejala depresi yang lebih rendah dibandingkan ibu dengan dukungan sosial rendah. Bentuk dukungan yang paling berpengaruh meliputi dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan, terutama yang berasal dari suami dan keluarga. Dukungan sosial juga berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi, kepercayaan diri, serta kesejahteraan psikologis ibu selama masa postpartum. Kesimpulan: Dukungan sosial terbukti efektif dalam menurunkan risiko baby blues pada ibu postpartum. Optimalisasi dukungan dari suami, keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan mental ibu pada masa nifas.