Abstract:
Persaingan usaha kuliner yang semakin ketat mendorong UMKM untuk menerapkan strategi pemasaran digital guna meningkatkan brand awareness. Tenda Kebab Ciamis memanfaatkan content marketing melalui media sosial dan kerja sama dengan micro-influencer sebagai upaya memperkenalkan merek kepada konsumen. Namun, efektivitas kedua strategi tersebut terhadap brand awareness masih perlu dibuktikan secara empiris. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh content marketing dan kredibilitas micro-influencer terhadap brand awareness UMKM Lokal Tenda Kebab Ciamis secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner (angket) yang disebar terhadap 100 responden yang terpilih melalui teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan verifikatif yang meliputi analisis koefisien korelasi sederhana, analisis koefisien korelasi berganda, analisis regresi linier sederhana, analisis regresi linier berganda, analisis koefisien determinasi, serta uji hipotesis (Uji t dan Uji f). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial, Content Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness dengan nilai t_hitung sebesar 16,759 > t_tabel sebesar 1,66055 dan memberikan kontribusi pengaruh sebesar 74,1%. Variabel Kredibilitas Micro-Influencer secara parsial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness dengan nilai t_hitung sebesar 8,581 > t_tabel sebesar 1,66055 serta memberikan kontribusi pengaruh sebesar 42,9%. Secara simultan (bersama-sama), Content Marketing dan Kredibilitas Micro-Influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness dengan nilai f_hitung sebesar 145,282 > f_tabel sebesar 3,09. Nilai koefisien korelasi berganda sebesar 0,865 menunjukan tingkat hubungan yang sangat kuat, dengan koefisien determinasi (R^2) sebesar 74,9%, sedangkan sisanya 25,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.
Kata kunci: Content Marketing, Kredibilitas Micro-Influencer, dan Brand Awareness.