Abstract:
Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah air rebusan jahe merah yang mengandung gingerol, shogaol, dan flavonoid. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Kiarapayung Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pendekatan non-equivalent control group design. Sampel berjumlah 24 responden yang terdiri dari 12 kelompok intervensi dan 12 kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan selama 5 hari berturut-turut. Instrumen: Pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan α = 0,05. Hasil: Pada kelompok intervensi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 137,42 mmHg menjadi 131,75 mmHg dan diastolik dari 86,00 mmHg menjadi 82,17 mmHg. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value sistolik 0,007 dan diastolik 0,006 (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian air rebusan jahe merah berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.