| dc.description.abstract |
Nizar Muhamad Fazrin, 2026. Pelaksanaan Komunikasi Organisasi di Desa Sandingtaman Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya Komunikasi Organisasi di Desa Sandingtaman Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Hal ini dibuktikan dengan indikator permasalahan sebagai berikut : 1) Kurangnya koordinasi antar perangkat desa dalam pelaksanaan tugas, hal ini ditandai dengan masing masing individu yang terfokus pada urusan masing masing individu. 2) Adanya miskomunikasi dalam penyampaian instruksi dan arahan dari pimpinan kepada perangkat desa. 3) Komunikasi dua arah antara pemerintah desa dan masyarakat belum berjalan secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan sebanyak 6 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (wawancara dan observasi). Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : Pelaksanaan Komunikasi Organisasi di Desa Sandingtaman Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis belum sepenuhnya optimal dimana dari 10 indikator yang dijadikan alat ukur penelitian baru 3 indikator yang sudah optimal, sedangkan 7 indikator belum optimal. Adapun hambatan-hambatan yang dihadapi antarta lain masih terdapat perbedaan pemahaman terhadap instruksi dan arahan yang diberikan pimpinan kepada perangkat desa sehingga menyebabkan misskomunikasi masih, kurangnya kejelasan informasi, kurang optimalnya koordinasi dan kerja sama antarperangkat karena terlalu sibuk dengan tugas masing masing, tidak semua perangkat desa serta anggota BPD dan LPM dapat hadir atau datang terlambat dalam setiap musyawarah atau rapat yang dilaksanakan. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, keluhan, dan kebutuhan kepada pemerintah desa, dan masyarakat yang enggan atau merasa sungkan untuk menyampaikan aspirasi dan keluhannya secara langsung kepada pemerintah desa, serta keterbatasan anggaran desa sehingga tidak semua usulan masyarakat dapat direalisasikan dalam waktu yang sama. Selanjutnya upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yaitu menyampaikan instruksi dari kades secara lebih rinci pada pembagian tugas masing-masing perangkat desa, memperkuat penyampaian instruksi melalui media tertulis seperti surat tugas kepada perangkat desa, meningkatkan dan komunikasi antarbidang, Melakukan diskusi Bersama dalam setiap pemecahan masalah, memberi sanksi atau teguran kepada pihak pemdes atau anggota BPD dan LPM yang tidak hadir, mecitpatakan komunikasi yang terbuka dan tidak kaku agar masyarakat tidak merasa sungkan atau enggan dalam menyampaikan keluhan/usulan, pemdes tetap mendata usulan yang belum dapat direlisasikan ke dalam perencanaan pembangunan desa pada tahun berikutnya. |
en_US |