| dc.description.abstract |
Tina Oktaviani. 3504220031. Efektivitas Program Bina Keluarga Lanjut Usia Dalam Mewujudkan Lansia Tangguh Di Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Skripsi. Program Studi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Galuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah lansia yang belum
sepenuhnya diimbangi optimalnya pelaksanaan Program Bina Keluarga Lansia
(BKL), khususnya dalam pemerataan partisipasi keluarga, dukungan sumber daya,
sarana prasarana, dan pemberdayaan lansia. Penelitian bertujuan menganalisis
efektivitas BKL, faktor pendukung dan penghambat, serta peran pemerintah, kader,
dan keluarga dalam mewujudkan lansia tangguh di Kecamatan Cipaku Kabupaten
Ciamis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus
deskriptif-evaluatif. Data diperoleh dari lima informan yang dipilih secara purposif,
yaitu petugas Dinas P2KBP3A, kader, lansia, keluarga lansia, dan masyarakat, serta
data sekunder berupa dokumen program, laporan kegiatan, data statistik, dan
regulasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi
partisipatif moderat, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan
triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program BKL telah berjalan cukup efektif,
tetapi belum optimal. Pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi relatif baik;
komunikasi, disposisi, dan struktur birokrasi mendukung, sedangkan sumber daya
masih terbatas. Program memberikan manfaat pada tujuh dimensi Lansia Tangguh,
yaitu spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan
lingkungan, meskipun dimensi vokasional belum menunjukkan peningkatan
ekonomi signifikan dan fasilitas kegiatan belum optimal. Dokumentasi Juli 2026
menunjukkan seluruh 51 BKL tercatat melaporkan kegiatan penyuluhan, yang
memperkuat bukti keberlangsungan program di masyarakat. Peran pemerintah
sebagai pembina dan pengawas, kader sebagai pelaksana dan penghubung, serta
keluarga sebagai pendukung saling melengkapi dalam pelaksanaan program.
Disimpulkan bahwa efektivitas BKL ditopang sinergi pemerintah, kader, keluarga,
dan masyarakat. Disarankan peningkatan anggaran, sarana ramah lansia, kapasitas
pelaksana, serta pemerataan partisipasi keluarga dan lansia.
Kata kunci: efektivitas program; Bina Keluarga Lansia; lansia tangguh; studi
kasus; Kecamatan Cipaku. |
en_US |