Abstract:
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah
kesehatan global yang serius. Kepatuhan minum obat merupakan faktor kunci
dalam keberhasilan pengobatan TB, dan tingkat pengetahuan pasien diduga
berperan besar dalam membentuk perilaku kepatuhan tersebut. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien dengan
kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di RSUD Cibinong tahun 2026.
Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross-sectional.
Sampel berjumlah 59 responden yang diambil menggunakan teknik purposive
sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan (10
item) dan kuesioner MMAS-8 untuk kepatuhan minum obat. Analisis data
menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir
setengah responden (42,4%) memiliki tingkat pengetahuan kurang, dan hampir
setengah responden (44,1%) memiliki kepatuhan minum obat rendah. Uji statistik
menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan
kepatuhan minum obat (p = 0,003). Disimpulkan bahwa semakin baik
pengetahuan pasien tentang TB maka semakin tinggi kepatuhan minum obatnya.
Saran: Diperlukan intervensi edukasi terstruktur dan berkelanjutan untuk
meningkatkan pengetahuan pasien TB paru di RSUD Cibinong.