| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan adanya keberagaman latar
belakang etnis santri putri di Pondok Pesantren Miftahul Huda II Ciamis yang
menyebabkan munculnya berbagai bentuk variasi bahasa dalam interaksi sehari
hari. Fenomena tersebut menjadi salah satu kajian penting dalam sosiolinguistik
karena mencerminkan dinamika penggunaan bahasa di masyarakat multietnis
serta memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber autentik dalam
pengembangan bahan ajar keterampilan berbicara di SMK. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik variasi bahasa yang digunakan
santri putri dalam komunikasi multietnis, mengidentifikasi faktor-faktor yang
memengaruhi munculnya variasi bahasa, serta mengembangkan bahan ajar
berbicara yang memanfaatkan tuturan autentik santri putri sebagai sumber
pembelajaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan santri putri yang
berasal dari berbagai latar belakang etnis. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Selanjutnya, data
dianalisis melalui tahapan transkripsi, reduksi, klasifikasi, interpretasi, hingga
penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi
sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi
bahasa yang ditemukan mencakup variasi berdasarkan penutur, yaitu idiolek,
dialek, kronolek, dan sosiolek; variasi berdasarkan pemakaian berupa penggunaan
istilah khas keagamaan dan pendidikan; variasi berdasarkan tingkat keformalan
yang meliputi ragam beku, resmi, usaha, santai, dan akrab; serta variasi
berdasarkan sarana berupa ragam lisan dan ragam tulis. Keberagaman tersebut
dipengaruhi oleh latar belakang etnis, bahasa ibu, situasi komunikasi, hubungan
antarpenutur, lingkungan pesantren, serta tujuan komunikasi. Temuan penelitian
kemudian diimplementasikan dalam pengembangan bahan ajar berbicara di SMK
melalui dialog kontekstual, kegiatan bermain peran, simulasi komunikasi
multietnis, dan refleksi penggunaan bahasa yang santun serta efektif. Bahan ajar
yang dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berbicara
peserta didik secara komunikatif, kontekstual, adaptif, serta relevan dengan
kebutuhan kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja. |
en_US |