| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Pemanfaatan skrining triple eliminasi di UPTD Puskesmas Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya masih belum mencapai target nasional. Rendahnya pemanfaatan tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan keteraturan kunjungan ANC. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan skrining triple eliminasi pada ibu hamil. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC sebanyak 80 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, checklist buku KIA, dan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,5% responden memiliki pengetahuan baik, 65,0% memiliki sikap positif, 68,8% memperoleh dukungan keluarga, 68,8% melakukan kunjungan ANC secara teratur, dan 68,8% telah memanfaatkan skrining triple eliminasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan Asymp. Sig. (2-sided)=0,000, sikap Asymp. Sig. (2-sided) =0,000, dukungan keluarga Asymp. Sig. (2-sided)=0,000, dan keteraturan kunjungan ANC Asymp. Sig. (2-sided)=0,000 dengan pemanfaatan skrining triple eliminasi. Saran, Ibu hamil diharapkan lebih aktif mencari informasi mengenai skrining triple eliminasi, melakukan kunjungan ANC secara teratur sesuai standar, serta memanfaatkan pelayanan skrining HIV, sifilis, dan hepatitis B sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan mencegah penularan penyakit kepada bayi
Kata Kunci : ANC, dukungan keluarga, ibu hamil, pengetahuan, skrining triple
eliminasi. |
en_US |