Abstract:
Latar Belakang: Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang dsebabkan oleh bakteri mycrobacterium tuberculosis. Anak berusia di bawah 5 tahun berisiko tinggi terkena TB progresif primer atau TB milier setelah infeksi. Data di Puskesmas Mangunjaya kasus TB pada anak pada tahun tahun 2025 menjadi 26 kasus. Penelitian ini bertuhjuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif korelasi dengan metode survey dan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 417 balita dan sampel sebanyak 81 orang yang dipeorleh dengan teknik proportional random sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi square dengan derajat kepercayaan 0,05. Hasil : tidak terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian TB paru pada anak balita (p value 0,063). Terdapat hubungan pendidikan ibu dengan kejadian TB paru pada anak balita (p value 0,004). Tidak terdapat hubungan pekerjaan ibu dengan kejadian TB paru pada anak balita (p value 0,431). Terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian TB paru pada anak balita (p value 0,002), Terdapat hubungan riwayat imunisasi BCG ibu dengan kejadian TB paru pada anak balita (p value 0,007). Terdapat hubungan riwayat kontak dengan kejadian TB paru pada anak balita (p value 0,000) dan terdapat hubungan status gizi balita dengan kejadian TB paru pada anak balita (p value 0,001). kesimpulannya adalah faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru pada balita yaitu pendidikan ibu, pengetahuan, riwayat imunisasi BCD, kontak dengan penderita dan status gizi.