Abstract:
Kehamilan memerlukan pelayanan antenatal yang komprehensif, termasuk
pemeriksaan Triple Eliminasi untuk mendeteksi HIV, sifilis, dan hepatitis B guna
mencegah penularan dari ibu ke bayi, namun cakupan pemeriksaan di Indonesia
masih belum optimal. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cibalong masih
terdapat ibu hamil yang belum melakukan pemeriksaan Triple Eliminasi dan
sebagian belum memahami manfaatnya, sehingga perlu diteliti hubungan antara
pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan pemeriksaan Triple Eliminasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil
dengan kepatuhan pemeriksaan triple eliminasi di Wilayah Kerja UPTD
Puskesmas Cibalong Tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik
korelational pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan Purposive Sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 41
responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil di Wilayah
Kerja UPTD Puskesmas Cibalong Tahun 2026 memiliki tingkat pengetahuan
tentang pemeriksaan triple eliminasi dalam kategori baik (41,5%) dan berada
dalam kategori patuh terhadap pemeriksaan triple eliminasi (56,1%). Hasil uji
Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu
hamil dengan kepatuhan pemeriksaan triple eliminasi di Wilayah Kerja UPTD
Puskesmas Cibalong Tahun 2026 (p-value = 0,000 < 0,05).
Saran bagi pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi
dan konseling mengenai pentingnya pemeriksaan triple eliminasi selama
kehamilan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil. Ibu hamil
juga diharapkan lebih aktif mencari informasi kesehatan serta melakukan
pemeriksaan triple eliminasi sesuai anjuran tenaga kesehatan guna mendukung
deteksi dini dan pencegahan penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke
bayi.