| dc.description.abstract |
RIZQY FAZRIN ASSYDIEQ, 2026. Peran Pemerintah Desa Dalam
Pengembangan Objek Wisata Lembah Pajamben di Desa Binangun
Kecamatan Pataruman Kota Banjar.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran pemerintah desa dalam pengembangan
objek wisata lembah pajamben Di Desa Binangun Kecamatan Pataruman Kota
Banjar belum berjalan secara optimal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui peran pemerintah desa dalam pengembangan objek wisata lembah
pajamben di Desa Binangun Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Jumlah informan dalam
penelitian ini sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melaui
wawancara, observasi dan study dokumentasi. Adapun teknik pengolahan/analisis
data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Peran Pemerintah
Desa Binangun dalam pengembangan Objek Wisata Lembah Pajamben di Desa
Binangun Kecamatan Pataruman Kota Banjar belum sepenuhnya berjalan optimal.
Hal ini terbukti dari 10 indikator yang diteliti, 4 indikator di antaranya telah
berjalan dengan optimal, sedangkan 6 indikator lainnya masih belum sepenuhnya
berjalan optimal. Hal ini dilihat masih adanya hambatan yang dihadapi
Pemerintah Desa Binangun dalam pengembangan Objek Wisata Lembah
Pajamben yaitu pelaksanaan sosialisasi yang belum dilakukan secara merata dan
berkelanjutan kepada seluruh masyarakat, belum adanya kerja sama dengan pihak
swasta atau investor dalam mendukung pendanaan pengembangan wisata,
keterbatasan anggaran untuk pembangunan serta perbaikan sarana dan prasarana
wisata, masih rendahnya partisipasi dan kesadaran sebagian masyarakat dalam
mendukung pengembangan objek wisata, keterbatasan sumber daya manusia yang
memiliki kompetensi dalam pengelolaan wisata, serta belum optimalnya
pemahaman pengelola terhadap kebijakan dan standar operasional prosedur (SOP)
yang telah ditetapkan. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan
tersebut yaitu meningkatkan intensitas sosialisasi dan penyampaian informasi
kepada masyarakat melalui pertemuan langsung maupun media digital,
memperluas komunikasi dan menjalin kerja sama dengan investor maupun
instansi terkait untuk mendukung pengembangan wisata, mengoptimalkan
penggunaan anggaran yang tersedia serta mengajukan bantuan kepada pemerintah
daerah untuk pembangunan infrastruktur wisata, memberikan edukasi, motivasi,
dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya partisipasi dalam
pengembangan objek wisata, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
melalui pelatihan dan pendampingan, serta melakukan sosialisasi aturan dan
legalitas kepada pengelola maupun masyarakat umum agar pelaksanaan
pengelolaan objek wisata dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. |
en_US |